logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 September 2005 MURIA
Line

Kliteran

Pilkades Belum Dapat Dilaksanakan

REMBANG - Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Cholid Suyono SH mengatakan, setelah mendengarkan kajian dari Bagian Hukum Pemkab, pihaknya belum bisa meluluskan permintaan dari Desa Banyukuwung, Kecamatan Bulu, untuk mengadakan pemilihan kepala desa (pilkades). Dia mengatakan, hal itu disebabkan belum adanya peraturan pemerintah (PP) yang menjadi acuan pelaksanaan pilkades. "Sehingga permintaan warga Desa Banyukuwung yang menginginkan segera dilaksanakan pilkades, untuk saat ini belum bisa kami luluskan sembari menunggu keluarnya PP," katanya.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, H Agus Salim SH mengutarakan, dengan belum dapat dilaksanakan pilkades di Desa Banyukuwung tersebut, jabatan kepala desa untuk sementara waktu diserahkan kepada penjabat sementara. "Penjabat sementara tersebut, sebaiknya berasal dari perangkat desa yang saat ini masih aktif, dengan persetujuan dari Bupati," terangnya. (moe-44h)

Kunjungan Komisi D DPRD Jateng

REMBANG - Dalam acara kunjungan di Kabupaten Rembang, Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Maulen Sinaga mengungkapkan, pihaknya akan berusaha keras untuk membantu proses pembangunan di Kabupaten Rembang. Selama ini, katanya, pihaknya telah berjuang keras untuk membantu beberapa proyek peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur di Kabupaten Rembang. Beberapa pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemkab dari bantuan provinsi, di antaranya adalah bantuan untuk RSUD dan Pengembangan Kawasan Bonang Binangun Sluke. "Kami tidak bisa berjanji mengenai dana untuk Kabupaten Rembang, tapi Komisi D telah berkomitmen akan berusaha sekuat tenaga untuk terus membantu proses pembangunan di Kabupaten Rembang," katanya ketika memberikan sambutan di hadapan Muspida Kabupaten Rembang di aula lantai IV gedung Pemkab Rembang, kemarin. (moe-44h)

Pameran Kain Tradisional

REMBANG - Bupati Rembang H Moch Nur Salim mengatakan, Kabupaten Rembang sangat kaya dengan budaya tradisional. Salah satu di antaranya yang membuat nama Rembang menjadi harum adalah adanya budaya batik di Lasem. "Pemkab Rembang berkomitmen untuk mengembangkan budaya tradisional batik Lasem, sehingga di masa mendatang kain batik asal Rembang ini akan bisa lebih di kenal hingga ke mancanegara," kata Bupati saat membuka Pameran Kain Tradisional di Kompleks Pendopo Kabupaten Rembang, kemarin. Dalam pameran yang merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Museum Jawa Tengah Ronggowarsito itu, tidak hanya dipamerkan kain-kain batik dari berbagai wilayah Jawa Tengah. Dalam pameran tersebut, juga turut dipajang beberapa koleksi Museum Ronggowarsito seperti arca, fosil-fosil binatang jaman prasejarah, serta beberapa jenis wayang. (moe-44h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA