| Kamis, 15 September 2005 | MURIA |
Operasi Pekat DiintensifkanBLORA - Untuk kesekian kali, Polres Blora mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka melakukan silaturahmi membicarakan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun, acara silaturahmi yang dikemas dalam coffee morning yang dilaksanakan kemarin di Gedung Arya Guna Mapolres Blora ini, tidak dihadari Kapolres AKBP Drs Agus Salim, karena dia mendadak diundang Kapolda Jateng di Semarang. Meski demikian, silaturahmi tetap dilaksanakan, bahkan komunikasi dua arah antara tokoh masyarakat yang hadir dan pihak kepolisian yang diwakili Wakapolres Kompol Mujiono SIK berjalan dengan baik. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, beberapa tokoh masyarakat yang hadir langsung menyampaikan unek-uneknya. "Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Oleh karena itu kami meminta polisi untuk lebih mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat). Selama ini, saya masih melihat aksi perjudian terjadi di mana-mana, termasuk judi biliar," ujar KH Idhar Shofawi. Sementara itu, beberapa tokoh agama dan tokoh pemuda lainnya yang hadir meminta polisi menindak tegas warga yang memperjualbelikan minuman keras. "Sepengetahuan saya, di sekitar terminal Cepu, banyak pedagang yang menjual miras. Kami minta polisi melakukan razia," ujar salah seorang mahasiswa dari Cepu. Bukan hanya persoalan pekat yang disampaikan masyarakat. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Blora agar polisi ikut mengawasi bahkan menindak spekulan. (aiz,ud-54h) |