| Kamis, 15 September 2005 | BUDAYA |
Guruh Gipsy ReuniSETELAH 30 tahun tak lagi pernah manggung, Guruh Gipsy yang dimotori Guruh Soekarno Putra, Christian Rahadi yang kemudian mengganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi dan dikenal sebagai Chrisye, Keenan Nasution, Oding Nasution dan Roni Harahap, bakal kembali unjuk kebolehan di panggung musik Indonesia. Kali ini bukan dalam pertun-jukkan komersial melainkan untuk konser amal bertajuk "Untuk Chrisye dari Sahabat". ''Pada 20 September 2005, Guruh Gipsy akan melakukan reuni yang pertama kali untuk konser amal membantu personel Gipsy yang terkena kanker paru-paru, Chrisye,'' tulis Denny Sakrie, pengamat musik, melalui email yang diterima Suara Merdeka, kemarin. Dalam salah satu segmen acaranya akan menampilkan Guruh Gipsy dengan Guruh, Keenan, Roni Harahap, Oding Nasution, Abadi Soesman, dan Raidy Noor, adik ipar Chrisye yang mengisi posisi bas. Mereka akan membawakan dua tracks legendaris GG yaitu "Indonesia Maharddhika" dan "Chopin Larung". Lagu terakhir ini merupakan lagu yang terinspirasi dari karya klasik Chopin "Fantasy Impromptu". ''Tentunya acara langka ini tak akan ter-ulang untuk kedua kalinya,'' ujar Denny. Indie Pertama Guruh Gipsy mungkin adalah fenomena tersendiri dalam musik Indonesia. Tercetus 30 tahun silam ketika Guruh Soekarno Putera menggamit band Menteng Gipsy untuk berkolaborasi dalam proyek yang diberi nama Guruh Gipsy pada tahun 1975. Dengan menggunakan sebuah studio rekaman Tri Angkasa di Kebayoran dengan fasilitas 16 track, hampir setahun lebih me-reka menggarap album ini dengan penata suara Alex Kumara. Selain Guruh, Chrisye, Keenan, Oding, Abadi, dan Roni, mereka juga didukung pemusik lain dari Orkes RRI, grup gerantang "Saraswati" milik I Gede Kompyang Raka, Hutauruk Sisters, dan pianis Tri Sutji Kamal. Di akhir 1976 keluarlah album Guruh Gipsy yang dirilis secara indie (mungkin ini gerakan indie label pertama di negeri ini) dengan track seperti "Indonesia Maharddhika", "Chopin Larung", "Geger Gelgel", "Barong Gundah", dan "Janger 1897 Saka". Rock plus Musik Bali adalah konsepnya. Ada yang menyebut inilah cikal bakal gerakan progressive rock di Indonesia. (tn-45) |