logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 September 2005 SALA
Line

Terobosan Baru Membuka SMK Kecil

WONOGIRI - Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, untuk kali pertama akan membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berskala kecil di Kecamatan Bulukerto. Dengan terobosan baru ini, diharapkan lulusan dari SMK kecil tersebut akan menjadi terampil agar dapat mandiri dan langsung bekerja.

Setidaknya, mereka diharapkan mampu membuka usaha berdasarkan potensi keterampilan yang dimilikinya, demi bekal menyongsong kehidupannya dalam masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Drs Bambang Eko Sarwono MM, mengatakan hal itu ketika memimpin rapat koordinasi membahas realisasi pemberian bantuan dana pendamping untuk menunjang program kecakapan hidup melalui pendekatan pendidikan berbasis luas broad based education (BBE).

Terobosan membuka SMK kecil ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan pendidikan bagi masyarakat, terkait dengan program pendidikan untuk semuanya.

Model peningkatan pelayanan pendidikan, sebelumnya juga ditandai dengan upaya membuka pendidikan SD-SMP satu atap yang identik dengan program belajar pendidikan dasar sembilan tahun. ''Untuk SD-SMP satu atap ini, dibuka di Kecamatan Karangtengah,'' kata Bambang.

Dia menambahkan, kecuali itu juga dibentuk SD Islam Terpadu (SDIT) di Kerdukepik Wonogiri Kota, dan upaya perintisan pembentukan taman kanak-kanak (TK) negeri. Drs Yus Kuncoro mewakili Kasub Dinas SLTP-SLTA mengatakan, Pemkab Wonogiri melalui ABPD Tahun 2005 telah memberikan bantuan dana pendampingan Rp 146 juta untuk mendukung kelangsungan program BBE di 16 sekolah di Kabupaten Wonogiri.

Diharapkan, program BBE tahap kedua ini dapat dilaksanakan paling tidak selama tiga tahun berturut-turut. ''Ini merupakan program BBE tahap kedua bagi Kabupaten Wonogiri, setelah yang pertama dilaksanakan mulai tahun 2002 lalu,'' ujar Yus.

Kasub Dinas TK-SD Drs Purwanto GP mengharapkan, pengelolaan dana bantuan program BBE hendaknya dapat dilaksanakan dengan senantiasa menganut pada aspek manajemen untuk mewujudkan pencapaian target yang efektif dan efisien, terbuka, dilandasi kejujuran dan terjauhkan dari tindak negatif atau penyimpangan.

''Pilihlah program pemberian keterampilan kepada murid yang spesifik dan potensial di daerah setempat, diminati murid, dan syukur-syukur produk yang dihasilkan mendapatkan peluang pemasarannya,'' tutur Purwanto.(P27-36d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA