| Selasa, 13 September 2005 | PANTURA |
Dua Anak Tak Beranus Tunggu DioperasiPEMALANG - Dua pasien anak yang menderita kelainan tubuh - tidak punya organ pembuangan kotoran (anus) - saat ini menunggu dioperasi di RSUD Ashari Pemalang. Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Satu dari dua pasien itu adalah bayi laki-laki yang lahir pada Selasa (6/9) lalu dan belum diberi nama. Dia anak pasangan suami istri tidak mampu, Tandur (43) dan Sugeng (45), warga Dukuh Tambak, Desa Bojongnangka. Tandur, didampingi suaminya, mengatakan anaknya itu selain tidak punya anus juga mengalami kelainan pada tangan kiri (jumlah jarinya enam). Sedangkan organ yang lain normal. "Anak saya selain tidak punya dubur, ibu jarinya bercabang dua," ujarnya dengan nada sedih, di RSU Ashari, Senin (12/9) kemarin. Dikatakan, anaknya itu selama sembilan bulan dalam kandungan tidak mengalami gejala mengalami kelainan apa pun. Kelahirannya yang dibantu seorang dukun bayi, berlangsung normal. Namun setelah dilahirkan, tampaklah kelainan tersebut. Dan atas saran para tetangga, dia akhirnya membawa sang anak ke RSUD pada Minggu (11/9) lalu, dengan harapan buah hatinya dapat dioperasi.Namun karena termasuk keluarga tidak mampu, dia dan suaminya menggunakan biaya Jaring Pengaman Sosial (JPS). Hingga Senin kemarin, petugas RS baru melakukan pemeriksaan luar dan rontgen. Kapan operasi akan dilakukan, belum diketahui. Harus di Semarang Sementara pasien yang satu lagi, Alifah Putri (8), adalah anak pasangan Tasripah (31) dan Ahmad Falali (35), warga Kelurahan Pelutan. Alifah juga tidak punya anus. Pada saat dilahirkan, dia sudah diberikan bantuan - berupa lubang pembuangan kotoran di bagian perutnya - oleh seorang bidan. Tetapi, lubang itu belum sempurna. "Jika buang kotoran dia selalu menangis. Kadang kotoran keluar dari kemaluan. Buang kotorannya setiap dua bulan sekali," ujar Falali.Namun pertumbuhan anaknya itu termasuk normal. Di sekolahnya, siswa kelas IV SD Pelutan 8 itu tergolong cerdas. Falali membawa anaknya ke rumah sakit, setelah dinasihati kepala sekolah dan pamong desa. Semula dia takut, karena tidak punya biaya. Sayang, setelah tinggal di RSUD selama 21 hari, hingga kemarin operasi belum dilakukan. Bagian Humas RSUD Ashari, Ramdhon BA, didampingi Kepala Ruang Bedah Merak Suprihatin AMK, mengatakan kedua pasien yang tidak memiliki anus itu memang belum dioperasi. Sebab, pelaksanaan operasi harus dilakukan di RS Kariadi dan RS Tugurejo (keduanya di Semarang). Operasi belum bisa dilakukan sekarang, karena dua rumah sakit tersebut sedang penuh pasien. Pihak RSUD juga belum bisa memastikan kapan kedua anak itu akan dibawa ke Semarang, karena semuanya bergantung pada kesediaan RS rujukan.Tetapi, jika sudah ada peluang dan ada kabar dari kedua RS rujukan tersebut, petugas RSUD Ashari akan langsung membawa keduanya ke Semarang untuk dioperasi.(sf-58) |