| Selasa, 13 September 2005 | PANTURA |
Akibat Minum Obat Pembersih LantaiDua Tahun kalau Makan Memakai SelangWAJAH Ny Masyitoh (40) terlihat sumringah. Sesekali dia melempar senyum kepada ibu-ibu yang berkunjung di rumahnya, di Desa Kupu Kecamatan Wanasari, Brebes. Tak diduga sebelumnya, siang itu rumah janda dua anak tersebut mendapat kunjungan rombongan pengurus PKK Kabupaten Brebes, disertai pejabat teras Pemkab. Mereka datang menyerahkan bantuan Rp 2 juta untuk meringankan penderitaan Ny Masyitoh yang kini menjalani penderitaan panjang. Sebab untuk makan sesuap nasi saja, harus dilewatkan selang yang dipasang di bagian perutnya. "Sudah dua tahun ini Masyitoh tidak bisa makan seperti orang normal. Di bagian perutnya dipasangi selang untuk memasukkan makanan," kata Camat Wanasari Drs Slamet Yusuf, kemarin. Penderitaan wanita bertubuh kurus itu berawal tahun 2003, sepulang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Pada saat itu, dia tidak kuat lagi untuk tinggal dan bekerja karena siksaan yang dia terima dari majikan. Ketika dia minta pulang ke Tanah Air, tak diperbolehkan. Karena itu, dia nekat meminum obat pembersih lantai sampai tenggorokannya sakit. Dampak lain, wanita pendiam itu tak bisa bicara maupun memasukkan makanan lewat mulut. Akhirnya, dia pun dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi mengenaskan. Sebuah selang terpasang pada perutnya untuk memasukkan makanan. "Sampai sekarang dia tak bisa bicara. Kalau diajak omong memakai bahasa Tarsan," kata Slamet. Saudara dan Tetangga Di sebuah rumah reyot yang dia tinggali, saudara dan anak nomor dua berumur 12 tahun menemaninya. Untuk menyambung hidup, dia memperoleh bantuan dari saudara dan tetangga. Repotnya, dia harus mengunyah makanan itu baru kemudian memasukkannya ke dalam selang. Sebab, tenggorokannya sakit kalau kemasukan makanan.Melihat penderitaan itu, aparat Desa Kupu mengirim surat ke Camat Wanasari yang diteruskan ke Bagian Sosial Pemkab dan instansi terkait lain, termasuk PKK. Ny Hj Indra Kusuma, Ketua Tim Penggerak PKK, langsung tergerak dan mengajak unsur pejabat berkunjung ke rumah wanita malang tersebut. Saat itu, Maryatun menyerahkan bantuan uang dan paket buah-buahan sebagai tanda tresna kepada Ny Masyitoh. Saat itu, dia terlihat tersenyum tanpa bisa berkata apa pun karena memang tidak bisa bicara. Bahkan ketika Maryatun menyampaikan pesan, dia terlihat menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang disampaikan Ketua Penggerak PKK itu. (Wahidin Soedja-19m) |