logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 September 2005 EKONOMI
Line

Produksi Pupuk Tak Terpengaruh Gas

BANDUNG-Dirut PT Pupuk Kaltim, Omay K Wiraatmadja menargetkan produksi sebanyak 2,5 juta ton pupuk selama 2005. Dari jumlah itu, hingga Juli lalu realisasinya baru mencapai 1,1 juta ton. Namun dia optimistis target itu dapat tercapai, kendati adanya gangguan pasokan gas alam.

Untuk itu, dia berani menjamin ketersediaan pupuk yang menjadi wilayah pemasarannya tidak akan mengalami masalah kelangkaan. Stoknya, kata dia dapat mencapai dua kali lipat.

"Gangguan pasokan gas alam itu, tidak terlalu berpengaruh. Harga di pasaran pun tidak akan terganggu, dan tidak akan naik," katanya kemarin di sela-sela orasi ilmiah Menkeu Jusuf Anwar di Kampus Unpad Bandung, Senin.

Dia mengungkapkan selama ini formulasi tarif pupuk, terutama komposisi gas berdasarkan harga urea dan amoniak dunia, serta Indonesia crude oil price. Harga gasnya maksimun sebesar 25 dolar/barel.

Meski demikian, apabila harga gas ikut naik, kendati telah disubsidi, kerugian akan ditanggung Pupuk Kaltim. Menurut Omay, subsidi gas dari pemerintah mencapai Rp 525 miliar.

Pupuk Kaltim sendiri melayani kebutuhan pasar Kawasan Timur Indonesia dan Jawa Timur.

Namun tahun ini, mereka juga memberi pasokan pupuk untuk wilayah Jawa Tengah sebanyak 225 ribu ton hingga akhir tahun 2005.

Langkah ini bertukar dengan Pusri yang memasok jumlah yang sama kepada NAD dan Sumut, yang selama ini mendapat pasokan dari PT Pupuk Iskandar Muda. (dwi-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA