logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 September 2005 BANYUMAS
Line

Sarah Dibakar Wanita Tak Dikenal

PURBALINGGA- Sarahwati, warga RT 1 RW 3 Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, dirawat di Bangsal Dahlia RSUD Purbalingga karena terbakar. Gadis berusia 18 tahun itu mengaku dibakar oleh seorang wanita tak dikenal. Leher, pundak, dada, punggung, dan perutnya melepuh akibat peristiwa itu.

Menurut penuturan sang kakak, Irwan (20), Sarah tak pernah keluar rumah. Bulan ini dia hendak menikah dengan Sukirno (23). Beberapa hari lalu Sarah mencari air ke penampungan air bersih sekitar 100 m dari rumah.

''Dia bertemu seorang wanita muda tak dikenal. Wanita itu berlaku sok akrab dengan adik saya. Itu berlangsung tiga hari. Jumat (9/9) adik saya seharian tak pulang. Padahal, dia pamit mau mencari air seperti biasa,'' ujar Irwan, kemarin.

Keluarga pun mencari gadis itu ke sana-kemari. Namun sia-sia. Anak Karsosasmoyo dan Masetah itu baru pulang Sabtu (10/9) siang dengan kondisi mengenaskan. Pakaian gadis itu compang-camping dan sebagian terbakar. Beberapa bagian tubuh sebelah kiri melepuh dan rambutnya hangus.

''Orang-orang di jalan mengatakan dia wong gemblung anyaran (orang gila baru-Red). Kami terkejut dan segera membawa dia ke RS,'' kata Irwan, yang setia menunggui adiknya.

Diguyur Bensin

Sarah menuturkan diajak pergi wanita itu. ''Saya seperti dihipnotis. Saya belum kenal, tetapi entah kenapa mau diajak pergi. Saya bertanya siapa namanya, tetapi wanita itu tak mau menjawab. Saya diajak pergi naik motor bebek berboncengan tiga dengan seorang pria yang juga tidak saya kenal,'' tuturnya lirih.

Sebelum pergi, wanita itu menyuruh dia membeli seliter bensin di warung dekat rumah. Mereka lalu meluncur ke Luwungan, Dukuh Pratin, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Di kerimbunan hutan di kaki Gunung Slamet yang sepi itu, si wanita mengguyurkan bensin ke tubuhnya.

''Namun waktu dibakar saya tak ingat. Ketika sadar, api sudah padam. Sebagian leher, pundak, punggung, dada, dan perut saya melepuh. Sebagian rambut saya terbakar. Karena tak kuat berjalan, saya mengambil ranting pohon untuk tongkat. Saya pulang lewat jalan setapak,'' katanya, sambil mengipas-ngipas tubuh.

Sementara itu, calon suaminya, Sukirno, mengaku tak punya musuh. ''Saya tak tahu siapa yang berbuat jahat pada calon istri saya. Mungkin kami menunda pernikahan, menunggu kesembuhan Sarahwati. Saya tak tega melihat penderitaan dia,'' ujarnya.

Kapolres AKBP Raja Haryono didampingi Wakapolres Komisaris Polisi Katmunanto, kemarin sore, menyatakan belum mendengar kasus itu.

''Saya baru tahu kasus ini dari Anda. Nanti saya cek ke RSUD untuk mengumpulkan data,'' katanya.(F10-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA