SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Rabu, 07 September 2005

SENI RUPA bercitra realis belumlah mati! Tak percaya? Datang dan lihatlah ke pameran seni rupa bertajuk "The Realistage" yang akan digelar di Museum H Widayat Jl Letnan Tukiyat 32, Kota Mungkid, Magelang, mulai Sabtu (10/9) mendatang.

JAKARTA-Cermin Merah karya Nano Riantiarno), Kitab Among Kosong (Seno Gumira Ajidarma), Nayla (Djenar Maesa Ayu), Parang Tak Berulu (Raudal Tanjung Banua), dan Sihir Perempuan (Intan Paramaditha) akan memperebutkan Katulistiwa Literary Award (KLA) 2005 untuk kategori prosa.

GEMERLAP dunia entertainment telah menciptakan mimpi bagi banyak pihak. Bagi Yuni Shara, urusan mimpi mungkin sudah usai. Lagi pula, apa sih yang belum diraih oleh artis berparas cantik ini. Dari soal prestasi, reputasi, popularitas, materi, bahkan keluarga dengan dua momongan, yakni Cavin Salomon Obrient Siahaan dan Cello Salomon Obrient Siahaan.

UNTUK tetap bisa mengaksentuasikan dirinya di jalur musik adakah keinginan berduet dengan adiknya, Krisdayanti, yang kini dicitrakan sebagai diva musik pop Indonesia? Keinginan itu tentu ada. Bahkan sudah lama. Meski warna vokal kami beda dan punya ciri khas masing-masing. Tapi tetap bisa menyanyi bareng.

 

SUDAH dua kali berturut-turut nama Djenar Maesa Ayu (31) masuk nominasi lima besar dalam Khatulistiwa Literary Award (KLA), salah satu ajang bergengsi penghargaan karya sastra di Tanah Air. Setelah tahun lalu kumpulan cerpennya Jangan Main-main dengan Kelaminmu kalah bersaing dengan Kuda Terbang Mario Pinto karya Linda Christanti

DEWAN Kesenian Semarang (Dekase) bekerja sama dengan Studio 2000 akan mengadakan lomba model dan motret model dengan tema "Aksi, Ekspresi, dan Prestasi". Lomba model dibagi menjadi dua kategori yaitu anak-anak (usia 5-13 tahun) dan remaja (14-24 tahun).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA