logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 September 2005 SEMARANG
Line

Serangan Wereng Bakal Meningkat

KENDAL - Para petani di wilayah Kabupaten Kendal, diminta mewaspadai serangan hama wereng cokelat. Imbauan itu diberikan kepada para petani saat akan memasuki musim penghujan yang diperkirakan terjadi awal Oktober mendatang.

''Pada musim penghujan, perkembangbiakan hama itu sangat pesat. Pada musim kemarau, seekor wereng dapat berkembang biak menjadi 200 ekor, sedangkan musim hujan mampu berkembang biak hingga 2.000 ekor,'' kata Kasubdin Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (PLPT) Dinas Pertanian Pemkab Kendal Zubaedi, kemarin.

Jadi, lanjut dia, pada musim penghujan, hama wereng dapat berkembang biak hingga sepuluh kali dibandingkan dengan musim kemarau.

''Dari kondisi itu, para petani sudah selayaknya waspada, terlebih pada musim kemarau ini sebagian lahan pertanian padi di daerah Kendal mendapat serangan wereng cokelat relatif besar.''

Lebih lanjut dikemukakan, guna meminimalkan serangan hama tersebut, pihaknya memberikan beberapa catatan agar dipatuhi para petani.

Yaitu, petani hendaknya menanam padi yang memiliki varietas unggul tahan wereng (VUTW) seperti IR 64 serta Membramo, melakukan pemantauan setiap minggu terhadap perkembangan tanaman padi, melakukan sistem pengairan berselang, dan menggunakan pestisida seperlunya serta tepat sasaran sesuai dengan anjuran penyuluh pertanian.

Harga GKP Naik

''Pada musim kemarau ini, hama wereng memang menyerang lahan pertanian padi cukup luas. Namun dari hasil pantauan yang kami lakukan, serangan hama itu dari minggu ke minggu mengalami penurunan cukup drastis. Hal ini tidak terlepas dari upaya penanganan terpadu para petani dengan petugas penyuluh,'' urai Zubaedi.

Rantai serangan itu, lanjut dia, diharapkan dapat diputus pada saat pengeringan. Pengeringan akan dilakukan serentak pada Sepetember ini.

Selain untuk memutus perkembangbiakan wereng dan hama-hama tanaman lain, pengeringan juga bertujuan untuk memperbaiki saluran-saluran irigasi yang rusak.

''Meski pada musim kemarau ini sejumlah lahan terserang wereng, tapi secara keseluruhan, produktivitas panenan padi dikategorikan berhasil. Keberhasilan ini diperoleh dari jumlah produktivitas tinggi, dan harga jual gabah kering panen (GKP) yang tinggi pula, yaitu mencapai Rp 155.000 per kuintal. Harga GKP ini lebih tinggi daripada harga GKP musim panen sebelumnya yang berkisar antara Rp 1.000-Rp 1.200/kg,'' terangnya. (G15-51d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA