| Rabu, 07 September 2005 | SEMARANG |
91 Siswa SMP Tak LulusSALATIGA - Sebanyak 91 siswa dari 353 siswa SMP di Kota Salatiga, tidak lulus ujian nasional (UN) tahap kedua. Dengan demikian, seluruh SMA/SMK di Kota Salatiga berhak meminta pengunduran diri semua siswa baru yang dinyatakan tidak lulus UN tahap kedua, ke SMP asalnya. ''Apabila mereka tetap ngotot ingin melanjutkan di SMA dan SMK, sekolah bisa meminta surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang telah diterbitkan Departemen Pendidikan,'' ujar Kabid Dikdas Diknas Salatiga Sidi Purwanto didampingi Kepala Inkom Petrus Rezi, kemarin. Sidi menjelaskan, tidak ada permainan dalam menentukan hasil UAN tahap kedua di Kota Salatiga, sebab semua penilaian dan penentuan hasil kelulusan ditentukan oleh pusat, serta ditentukan oleh siswa itu sendiri. Menurut dia, banyaknya siswa yang tidak lulus pada UN tahap kedua disebabkan oleh adanya anggapan bahwa setelah diterima di SMA, mereka pasti diluluskan sehingga menganggap remeh saat mengikuti UN. Namun pada kenyataannya, anggapan tersebut sangat keliru karena penilaian ditentukan oleh pusat. Data dari Diknas diketahui, dari 353 siswa setingkat SMP di Kota Salatiga yang mengikuti UN tahap kedua, 262 siswa di antaranya lulus dan 91 siswa tidak lulus. Secara umum, baik UAN tahap pertama yang diikuti 3.141 siswa itu, 3.050 di antaranya lulus, dengan persentase kelulusannya mencapai 97,10%. Kemudian, dari 429 siswa SMA/MA di Kota Salatiga yang mengikuti UN tahap kedua, 225 siswa di antaranya tidak lulus, atau persentase kelulusannya 47,79%. Sementara itu, 788 siswa perserta UN di tingkat SMK, 381 siswa di antaranya tidak lulus atau persentase kelulusannya 51,65%. Rektor UKSW Salatiga John Titaley mengatakan, ada sekitar 50an mahasiswa baru yang diterima di kampusnya, meskipun tidak dinyatakan lulus dalam UN SMA tahap pertama. Menurutnya, karena beberapa di antaranya ada yang tidak lulus UN tahap kedua maka kampus meminta mereka untuk mengundurkan diri sebagai mahasiswa. (H2-51d) |