| Rabu, 07 September 2005 | SEMARANG |
Siswa Diberi Tiga AlternatifUNGARAN - Sejumlah siswa SMP dan SMA yang tidak lulus ujian nasional (UN) tahap II dan ujian susulan diberi tiga pilihan program pendidikan. Pertama, siswa SMP dan sederajat diberi kesempatan menempuh ujian Kejar Paket B dan siswa SMA diberi kesempatan ujian Kejar Paket C. Namun teknis pelaksanaannya belum dijelaskan secara terperinci oleh Dinas Pendidikan. YMT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang Drs Tukiman mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jateng. ''Kami belum tahu secara pasti bagaimana teknis pelaksanaan ujian Kejar Paket B dan C tersebut. Karena itu, kami harus koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi terlebih dahulu. Untuk ujian Kejar Paket C saya mendapat informasi akan diadakan 17 November,'' kata dia didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Drs Mukadi, kemarin. Alternatif kedua, lanjut Tukiman, siswa SMP/SMA dan sederajat yang tidak lulus harus mengulang ujian tahun depan. ''Kami tidak membuat kebijakan yang melarang anak untuk sekolah di jenjang berikutnya. Misalnya, siswa SMP yang tidak lulus dan telanjur sekolah di SMA, itu saya serahkan kepada sekolah yang bersangkutan,'' tegasnya. Menurut dia, SMA yang menampung siswa yang sebagian tidak lulus UN tahap II tersebut mayoritas sekolah swasta yang masih membutuhkan murid. Di sisi lain, para siswa juga akan enggan jika harus mengulang pelajaran di SMP. Adapun alternatif ketiga, jelasnya, siswa akan diminta mengulangi mata pelajaran yang tidak lulus. ''Misalnya, dia tidak lulus mata pelajaran Matematika, ya Matematika saja yang diulang,'' terangnya. Sementara itu, pihaknya tidak melarang siswa SMA yang tidak lulus melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. ''Kami tetap memperbolehkan mereka kuliah ke perguruan tinggi. Hal itu kami serahkan kepada institusi terkait,'' tandasnya. Seperti diketahui, terdapat 449 atau 46,58% siswa SMA di Kabupaten Semarang dari 964 peserta UN tahap II dan ujian susulan yang dinyatakan tidak lulus. Adapun siswa SMA yang lulus 515 atau 53,42%. Hasil ujian lainnya pada SMK, dari 495 peserta, 41 atau 8% siswa tidak lulus. Sementara itu 454 atau 92% siswa SMK tersebut dinyatakan berhasil. Di madrasah aliyah, dari 127 peserta hanya tiga siswa atau 2% yang tidak lulus, sedangkan 124 siswa atau 98% lulus. Di SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs), dari 1.787 peserta UN tahap II terdapat 125 atau 7% siswa tidak lulus, sedangkan 1.662 atau 93% dinyatakan lulus. (H14-37n) |