logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 September 2005 SEMARANG
Line

Pemukulan Siswa SD Diproses

SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menyelidiki kejadian pemukulan yang dilakukan guru agama terhadap Dimas Retnadi (10), siswa kelas V SD Barusari 03. Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kecamatan Semarang Selatan, Dra Puji Astuti mengungkapkan hal itu, kemarin.

''Kami sudah menyusun laporan tertulis tentang kejadian pemukulan salah seorang guru SD itu dengan muridnya. Laporan tersebut sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan,'' katanya.

Dari pertemuan Puji Astuti beserta jajarannya di SD itu, pihak pengelola sekolah mengakui bahwa Muryanto (44), guru agama SD Barusari 03 telah melakukan pemukulan terhadap salah satu siswanya. Akan tetapi, berdasarkan pernyataan pelaku, tindakan tersebut dalam rangka pembinaan. ''Pak Muryanto menyatakan siap menerima sanksi dari Dinas Pendidikan apabila dinilai salah. Sembari menunggu proses dari Dinas Pendidikan, yang bersangkutan masih di berdinas di sekolah bersangkutan,'' katanya.

Sekretaris PGRI Kota Semarang, Ngasbun Egar SPd MPd menyatakan, kini pihaknya masih mengumpulkan informasi berkait pemukulan yang dilakukan Muryanto terhadap siswanya guna mengetahui duduk persoalan sebenarnya.

Tak hanya itu, PGRI juga menurunkan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH PGRI) guna menyelidiki kejadian pemukulan itu dari kedua belah pihak, serta institusi pendidikan yang lain.

Puluhan siswa SD Barusari 03 kemarin ''menggeruduk'' ke Polwiltabes. Mereka bermaksud menjenguk Muryanto, karena menurut kabar lelaki itu sudah ditahan polisi.

Kedatangan para siswa yang mengenakan seragam itu mengagetkan sekaligus memancing senyum sejumlah personel Polwiltabes, yang berjaga di ruang tahanan. Sebab, bocah-bocah berusia antara 8-12 tahun itu menggerombol dan sesekali berteriak seperti pendemo.

Polisi lalu mengecek ke sel dan dipastikan tak ada tahanan bernama Muryanto. Ketika ditanya, para siswa tak menjelaskan dari mana mereka mendengar kabar penahanan guru agama itu. ''Katanya Pak Mur ditahan di sini,'' ucap salah seorang di antara mereka. Tak jelas siapa yang kali pertama mengembuskan isu itu hingga sampai ke telinga para siswa. Kemudian mereka bubar begitu saja. (H7,G3-56v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA