| Rabu, 07 September 2005 | SEMARANG |
DPRD-Mahasiswa Tolak PornografiSEMARANG - Maraknya pornografi dan pornoaksi membuat geram aktivis mahasiswa, apalagi satu bulan lagi Ramadan. Mereka bertekad agar bulan suci itu tak terkotori oleh tontonan berbau maksiat yang akan mengurangi kekhusyukan beribadah. Selasa (6/9) kemarin, 100 lebih aktivis yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Pusat Komunikasi Daerah (FS LDK Puskomda) bersama Aliansi Masyarakat Antipornografi dan Pornoaksi Kota Semarang menggelar unjuk rasa. Mereka yang berasal dari BEM dan Senat Undip, BEM dan Senat IKIP PGRI, Rohis SMK 6, Pemuda Muhammadiyah dan KAMMI Daerah Semarang itu mengawali aksi dari depan Masjid Baiturrahman menuju RRI Semarang, dilanjutkan ke kantor DPRD Jateng berjalan kaki. Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster dan spanduk. Selain itu, para aktivis membawa bendera lembaga/organisasi masing-masing. Mereka bergantian melakukan orasi. Di RRI, tuntutan mereka direkam dan disiarkan melalui berita. Ketua KAMMI Daerah Semarang Asep Teguh Firmansyah mengatakan, pihaknya menuntut DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Antipornografi dan Pornoaksi. Selain itu, dia menyerukan perlu perlindungan mandiri, baik terhadap diri sendiri maupun keluarga dari segala hal berbau porno. Di DPRD Jateng, mereka ditemui empat anggota Komisi E, yakni HM Busro (Partai Golkar), Muhammad Haris (PKS), M Ali Suyono (Partai Demokrat), Umar Hasyim (PAN) serta Ketua FPAN Agna Susila. Para wakil rakyat sepakat dengan tuntutan mahasiswa. ''Kami semua sehati, seakidah. Kami bukan sekadar di belakang, tapi justru di depan kalian semua untuk menolak segala bentuk pornografi dan pornoaksi,'' teriak Busro. ''Allahu akbar,'' kata Busro lagi. Hal senada disampaikan Muhammad Haris, M Ali Suyono, dan Umar Hasyim. Haris yang juga Wakil Ketua FPKS itu mengungkapkan, aksi-aksi menolak segala bentuk kemaksiatan barangkali bisa menjadi salah satu penahan murka Tuhan pada hamba-Nya. Para wakil rakyat berjanji akan menindaklanjuti tuntutan aktivis, bahkan jika perlu menggelar aksi bersama ke Jakarta. Demo diakhiri salawatan dan doa bersama dipimpin Busro. (G7-37m) |