logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 September 2005 SEMARANG
Line

''Uang yang Sudah Dibayar Harus Dikembalikan''

SEMARANG - Pengelola pendidikan SMA/SMK yang sudah telanjur memungut dana dari siswa baru tapi ternyata yang bersangkutan tidak lulus ujian nasional (UN) harus mengembalikan uang tersebut. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Rasdi Ekosiswoyo MSc, kemarin.

Menurut dia, para siswa yang tak lulus UN tahap II itu pupus sudah haknya melanjutkan pendidikan di jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi sehingga dana yang sudah dibayarkan seharusnya dikembalikan secara utuh.

''SPI atau uang gedung harus dikembalikan karena siswa tidak jadi bersekolah atau kuliah. Kalau soal seragam, ya sulit karena sudah terpakai. Yang terpenting, para siswa yang tak lulus itu belajar sebaik-baiknya agar tahun depan bisa lolos sehingga seragamnya bisa dipakai tahun mendatang,'' ujar mantan Rektor Unnes itu.

Pengamat pendidikan Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons mengatakan, secara etika pengelola sekolah harus mengembalikan sejumlah dana seperti SPI, seragam, buku, dan sejenisnya karena para siswa eks kelas III SMP/MTs tersebut tidak jadi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

''Dana yang telah dibayarkan ke sekolah seharusnya dikembalikan. Sebab, peserta didik tersebut tidak jadi masuk SMA/SMK karena tidak lulus UN tahap II,'' katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memberi kesempatan kepada peserta yang gagal pada UN jenjang SMA/SMK yang berlangsung 30 Mei-1 Juni dan SMP pada 6-8 Juni untuk mengikuti UN tahap II pada 22-24 Agustus lalu. Ternyata, hasil UN tahap II pun tak banyak berubah. Jumlah siswa yang tak lulus masih sangat banyak. Di Kota Semarang, jumlah siswa SMP/MTs yang tak lulus mencapai 1.035 dari 3.168 anak, dan tingkat SMA/MA dari 3.381 peserta, 1.746 siswa juga tak lulus.

Secara global, di Jateng jumlah siswa jenjang SMP yang tak lulus mencapai 6.666 siswa (12%) dari 55.502 peserta, sedangkan di SMP terbuka dari 4.892 siswa, 1.365 anak (27%) tidak mencapai nilai minimal 4,26. Hal yang sama juga terjadi di MTs, dari 17.060 siswa yang ikut UN II, yang tak lulus 1.899 peserta (11%). Secara nasional, siswa yang tak lulus mencapai 16,96% atau 68.116 siswa dari 401.645 peserta UN tahap II jenjang SMP. Pada jenjang SMA, dari 258.238 peserta, 55.847 siswa (21,63%) tak lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sri Santoso mengatakan belum ada petunjuk dari Depdiknas terkait dengan masalah tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih menggunakan tiga opsi sesuai dengan petunjuk Depdiknas. Ketiga opsi itu yakni mengulang setahun, hanya ikut ujian nasional tahun berikutnya, atau mengikuti ujian di Kelompok Belajar (Kejar) Paket B atau C, sesuai dnegan jenjang siswa.

''Akan tetapi, untuk bisa ikut ujian di Kejar Paket B atau C itu juga ada prosedurnya, yakni harus mendaftar dan baru bisa menempuh ujian. Padahal sekarang daftar nominasi tetap untuk ujian kejar paket itu sudah selesai,'' ujar Sri Santoso. (H7,H9,sjs-37n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA