| Rabu, 07 September 2005 | SEMARANG |
Angka Kematian Ibu Hamil Masih TinggiBALAI KOTA - Organisasi kebidanan mengkhawatirkan angka kematian ibu hamil di Kota Semarang masih cukup tinggi. Pada 2004, angka kematian ibu hamil tercatat lima orang dari 20.233 kelahiran hidup. Walaupun, angka itu lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 14 orang dari 17.074 kelahiran hidup. Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Semarang, Ristiyah saat menjadi pembicara dalam ''Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)'' di Balai Kota, Selasa (6/9). Posyandu Sosialisasi itu, sejalan dengan program revitalisasi posyandu yang diselenggarakan dalam Program 100 Hari pemerintahan Sukawi Sutarip-Mahfudz Ali. Selain Ristiyah, sosialisasi itu juga menghadirkan dokter gigi Susilowati dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Herry Suswati Djarot SKM dari Tim Penggerak PKK Kota Semarang. ''Peningkatan kesejahteraan ibu dan anak, merupakan faktor paling strategis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu, derajat gizi calon ibu dan asupan gizi selama kehamilan juga amat menentukan tingkat kecerdasan anak,'' ujar Ristiyah. Dia menjelaskan, pada umumnya kematian itu disebabkan oleh perdarahan (30%), eklampsia (25%), infeksi (12,5%), komplikasi masa nifas (8%), partus macet (5%), dan berbagai sebab lainnya. Hal itu dipengaruhi oleh pendidikan dan pengetahuan, sosial budaya, sosial ekonomi, geografis, lingkungan, dan akses ibu kepada fasilitas kesehatan. ''Faktor itu akan semakin kuat, jika ditambah dengan tiga T, yakni terlambat mengenali bahaya dan penentu keputusan, terlambat dalam transportasi, dan terlambat memperoleh pertolongan,'' imbuhnya. Berkait dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi, PKK Kota Semarang akan mengoptimalkan perannya untuk proses pencegahan. Herry Suswanti dari Tim Penggerak PKK mengatakan, PKK sebagai gerakan pembangunan diharapkan mampu menjadi motor penggerak melalui pemberdayaan masyarakat, LSM, dan instansi yang peduli. ''Sesuai dengan mekanisme gerakan PKK, kami akan mengoptimalkan peran melalui 10 program pokok,'' ujarnya. (H9,H5-18a) |