| Rabu, 07 September 2005 | INTERNASIONAL |
Ribuan Mayat Masih Tertimbun ReruntukanNEW ORLEANS - Pencarian mayat-mayat korban topan Katrina masih terus dilakukan. Sebagian besar mayat ditemukan dengan mudah, karena mengambang di air yang menggenangi jalan-jalan kota. Namun pemerintah setempat khawatir, ribuan jenazah lainnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah di berbagai pelosok New Orleans. Ribuan warga mulai mendatangi reruntuhan rumah mereka di New Orleans, Senin waktu setempat. Kebanyakan dari mereka hanya menemukan puing-puing dan bekas-bekas bangunan. Upaya pencarian para korban terus dilakukan. Tim-tim penyelamat menggunakan perahu, helikopter, dan kendaraan militer untuk menolong para korban yang selamat dan terisolasi banjir. Regu penolong mengunjungi tiap-tiap rumah yang direndam banjir. Presiden AS George W Bush berjanji akan meningkatkan upaya penyelamatan, sepekan setelah topan Katrina menghantam kawasan Pantai Teluk AS. Diperkirakan, korban tewas mencapai lebih dari 10.000 orang. Namun sampai saat ini, jumlah korban yang sesungguhnya belum diketahui. Ada kesan, pemerintah federal maupun negara bagian berusaha menutup-nutupi jumlah korban sebenarnya. Wali Kota New Orleans Ray Nagin kemarin mengatakan, ada kemungkinan korban tewas mencapai 10.000 orang. Namun dia mengakui, pihaknya belum dapat mengetahui secara tepat jumlah warga yang meninggal dalam bencana itu. Pemerintah berupaya mengendalikan situasi New Orleans yang porak poranda. Polisi menganjurkan warga yang selamat untuk sementara meninggalkan kota itu. "Tak ada pekerjaan, tak ada tempat tinggal, tak ada hotel yang bisa dihuni. Untuk sementara, tak ada apa pun yang tersisa. Segalanya musnah," kata Wakil Kepala Polisi New Orleans Warren Riley. "Kami telah menyampaikan kepada warga bahwa kota ini telah sama sekali hancur." Ahli forensik menyiapkan tempat penyimpanan mayat untuk diidentifikasi. Di wilayah pemukiman pinggir kota, Jeffereson Parish (warga yang selamat) melihat kembali untuk pertama kalinya reruntuhan rumahnya. Bangunan itu hancur diterjang topan yang melaju dengan kecepatan 225 kilometer per jam. Topan Katrina juga merobek atap rumah Mark Becker (48), di kawasan permukiman Metaire. Kamar tidur dan dapur rumah itu porak poranda. Banyak warga mengunjungi rumah mereka bersama-sama. Mereka membawa senjata untuk menjaga kemungkinan bertemu dengan para penjarah.(rtr-ben) |