logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 September 2005 INTERNASIONAL
Line

Lilin Jatuh, Gedung Teater Hangus

BENI SUEF - Kebakaran hebat melanda sebuah gedung teater di Mesir yang penuh pengunjung. Sebanyak 31 orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka bakar parah. Kebakaran terjadi akibat sebuah lilin yang sedang menyala jatuh.

Lilin itu termasuk dalam properti panggung untuk pementasan drama "Hamlet" karya Shakespeare di gedung teater itu. Pentas drama ini merupakan ajang festival teater eksperimental di Kota Beni Suef, sekitar 100 km sebelah selatan Kairo.

Lilin jatuh itu membakar karpet. Api dengan cepat berkobar melahap bangunan teater itu.

Kantor berita Mesir MENA sebelumnya memberitakan, rumah sakit setempat menerima 32 jenazah dalam musibah itu.

Produser Adel Hassan mengatakan, sekitar 100 berada di dalam auditorium kecil itu. Auditorium itu hanya mempunyai satu pintu keluar. Dia menuturkan, ada tumpukan karung-karung semen kosong di ruangan itu, yang berakibat mempersulit jalan keluar.

"Semua orang berdesak-desakan menuju pintu dan berusaha keluar. Namun, api menyebar sedemikian cepat. Orang-orang tidak bisa segera keluar ruangan," kata dia.

Hassan sendiri kini dirawat di Rumah Sakit Beni Suef. Dia mengalami luka bakar di wajah dan tangannya.

Sebanyak enam belas orang terluka parah dalam musibah ini. Petugas rumah sakit mengatakan, sebagian besar mengalami luka bakar sampai 60 persen. Masih ada belasan jenazah yang belum dapat diidentifikasi.

Delapan belas korban luka langsung dilarikan ke Kairo untuk mendapat perawatan intensif, sementara 19 korban masih berada di Rumah Sakit Beni Suef dan 23 lainnya sudah diperbolehkan rawat jalan.

Gedung teater satu lantai itu terletak satu kompleks dengan pusat kebudayaan pemerintah. Api menjilat seluruh bangunan selama satu jam sejak pukul 22.30 Senin waktu setempat (04.30 WIB Selasa).

Dua mobil pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Kepala Kejaksaan Kota Mohamed Safwat mengatakan, dia langsung memerintahkan penyelidikan atas insiden itu.

Magdy Wissa, salah seorang pemeran tokoh Rosencrantz dalam drama itu, mengatakan kelompok teater itu datang dari Port Said, Mesir timurlaut. Lilin-lilin itu sebetulnya akan dibawa ke panggung di akhir pertunjukan.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA