| Rabu, 07 September 2005 | INTERNASIONAL |
Takut Dikudeta, Raja Nepal Batal ke PBBKATHMANDU - Raja Nepal Gyanendra membatalkan kunjungan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Raja khawatir kepergiannya akan dimanfaatkan oleh kubu oposisi untuk melakukan kudeta. "Dia tidak akan pergi ke mana-mana," kata seorang pejabat pemerintah Selasa kemarin. "Situasi di dalam negeri tidak memungkinkan Raja pergi." Keputusan itu diambil hanya selang tiga hari setelah pemberontak maois Nepal secara sepihak mengumumkan gencatan senjata tiga bulan. Meski ada gencatan senjata, tekanan oposisi terhadap pemerintah terus meningkat. Beberapa hari sebelumnya, tujuh partai politik utama di Nepal menyatakan berniat bersatu dengan kelompok pemberontak untuk menggelar protes bersama menentang Raja Gyanendra. Raja membubarkan pemerintahan multipartai pada 1 Februari lalu dengan alasan pemerintahan tidak mampu mengendalikan pemberontakan maois. Lebih dari 12.500 orang tewas dalam revolusi maois sejak 1996. Ratusan lainnya hilang. Partai-partai politik di kerajaan itu menentang rencana kunjungan Raja ke markas besar PBB. Menurut mereka, Raja Gyanendra bukan wakil sesungguhnya negara itu. Kalangan analis mengatakan, penolakan internasional atas kekuasaan Gyanendra bisa jadi juga memaksa Raja membatalkan kunjungan itu. "Kunjungan dibatalkan karena masih ada persoalan legitimasi bagi partai-partai politik di dalam negeri," kata Yubaraj Ghimire, redaktur majalah mingguan Samay.(rtr-gn-25) |