logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 September 2005 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Oktober, Pencairan Subsidi Langsung

JAKARTA-Pemerintah akan menyalurkan dana kompensasi melalui subsidi langsung mulai Oktober 2005. Diperkirakan ada 60 juta penduduk miskin yang akan mendapat dana kompensasi itu. "Kita akan melakukan ujicoba pada awal Oktober," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati usai mengikuti rapat dengan DPD di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9).

Jumlah kepala keluarga sangat miskin sebanyak 4 juta KK, mendekati miskin 12-13 juta. Total jumlah penduduk miskin mencapai 60 juta individu. Pemerintah tengah membicarakan mekanisme pembayaran dana subsidi langsung ini dengan BRI dan PT Pos Indonesia. Total penyaluran dana kompensasi sampai saat ini baru mencapai 30 persen. Namun dalam dua minggu ke depan penyaluran dana bisa melonjak sampai 70-80 persen. (dtc-33)

AS Keluarkan Cadangan Minyak

JAKARTA-Badai Katrina menyebabkan harga minyak melonjak. AS akhirnya melepas cadangan minyaknya sebanyak 60 juta barel dan harga minyak dunia pun ikut turun. Menyusul langkah AS itu, Jepang juga berencana melepas cadangan minyaknya sebesar 200 ribu barel per hari. Di pasar London International Petroleum Exchange, harga minyak jenis London Brent untuk kontrak bulan turun sebesar 1,41 dolar AS, sehingga menjadi 64,65 dolar AS per barelnya.

Sedangkan di pasar New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet crude diperdagangkan sebesar 67,57 dolar AS per barel atau turun sekitar 1,90 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak, juga dipicu langkah Badan Energi Internasional (IEA) yang mengumumkan 26 anggotanya telah melepaskan sebanyak 2 juta barel per hari selama 30 hari untuk meredakan harga minyak dunia. Total minyak yang sudah dikeluarkan IEA, termasuk 30 juta barel dari AS melalui program Strategic Petroleum Reserve. Cadangan minyak AS diperkirakan mencapai 700 juta barel disimpan di Texas dan Louisiana. (dtc-33)

Pinjaman ADB Diharap Cair September

JAKARTA-Setelah Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) privatisasi BUMN selesai, pemerintah berharap pinjaman dari ADB sebesar 250 juta dolar AS bisa cair pada September 2005. Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P Nasution mengatakan hal itu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (6/9).

Hingga saat ini, ADB telah mengucurkan pinjaman kepada Indonesia sebesar 150 juta dolar AS. Total komitmen ADB sebesar 400 juta dolar AS. Selama ini, sisa pencairan pinjaman sebesar 250 juta dolar AS terhambat, karena pemerintah belum menyelesaikan RPP mengenai privatisasi BUMN. Presiden SBY dalam paket kebijakan yang diumumkan 31 Agustus lalu menyatakan, pemerintah akan mengupayakan 3 sumber dana untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 48,3 triliun. (dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA