| Rabu, 07 September 2005 | BUDAYA |
Menyanyi dengan Segenap PerasaanGEMERLAP dunia entertainment telah menciptakan mimpi bagi banyak pihak. Bagi Yuni Shara, urusan mimpi mungkin sudah usai. Lagi pula, apa sih yang belum diraih oleh artis berparas cantik ini. Dari soal prestasi, reputasi, popularitas, materi, bahkan keluarga dengan dua momongan, yakni Cavin Salomon Obrient Siahaan dan Cello Salomon Obrient Siahaan. "Yang jelas urusan berkarya jangan pernah berhenti. Karena urusan karya itu soal komitmen berkesenian. Reputasi, popularitas dan uang itu kan soal dampak saja. Jangan juga jadi tujuan yang mutlak," tukas Yuni Shara saat ditemui di rumahnya, di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Mempercakapkan Yuni Shara dalam dalam arung kreasi seni oral adalah keharusan menghayati variasi nada, irama, dan lagunya. Simak saja tembang-tembangnya. Asonansi suaranya tak pernah berubah dan tetap terjaga. Konsistensi dan prestasi estetiknya tak terbantahkan. Selama hampir dua windu berkiprah di sekte musik pop, lebih dari selusin album rekaman telah didedikasikannya. Dari album Jatuh Cinta Lagi (1990) hingga album Isi Hati (2002). Artis kelahiran Malang, 3 Juni 1972 ini pun berhasil mencitrakan dirinya sebagai penyanyi tembang-tembang kenangan "daur ulang" paling mapan. Padahal kompetisi dan munculnya bakat-bakat baru di jalur musik ini tak terbilang jumlahnya. Lalu apa yang membuat artis bernama asli Wahyu Setyaning Budi ini mampu mempertahankan eksistensinya? "Saya menyanyi dengan hati. Dengan segenap perasaan. Itu saja kok," jawab penyanyi yang akrab disapa Yunet ini ringan. Album Baru Tahun 2005, penyanyi soundtrack sinetron Meteor Garden dengan lagu "Cinta yang Kumau" ini kembali melahirkan album baru (repacked) bertajuk Belaian Sayang. Ekspresi Yuni di album ini diakuinya sebagai keberpihakan terhadap masalah perempuan. "Album ini aku persembahkan khusus untuk penggemarku para wanita. Semua kesedihan dan tawa yang dirasakan oleh wanita ada dalam album ini," terang istri pengusaha Henry Siahaan ini. Menurut penyandang gelar Artis Keroncong Terbaik Anugerah Musik Indonesia (2000) ini, semua lagu dalam album ini memberi kesan mendalam. "Seperti yang saya bilang tadi, semua lagu dalam album ini mengenai wanita. Jadi semua memiliki kesan tersendiri buat saya. Hampir semua wanita mengalami apa yang saya ungkapkan dalam lagu-lagu saya. Saya harap album ini bisa membantu dan menghibur para wanita," ujar Yuni, yang juga pernah mendapat penghargaan sebagai Artis Tervaforit Dunia Bintang Versi SCTV (1996) ini. Selain itu, ungkapnya, album ini menjadi bagian ekspresi kerinduannya setelah selama hampir tiga tahun tidak membuat album. "Jadi intinya saya ingin menyampaikan dan ingin memberi tahu kepada masyarakat, bahwa saya masih menyanyi, saya masih ingin menyanyi," ujar Yuni, yang mengatakan album terbarunya ini sudah mulai beredar di pasaran. Di album yang peredarannya ditangani Avante Music ini, Yuni menjanjikan satu bentuk olahan musik yang lebih baik. Yuni mencontohkan lagu "Damai Tapi Gersang" misalnya, yang dulu di aransemen Denny Chasmala (1978), kini musiknya ditata ulang oleh musikus angkatan baru. Yuni juga melibatkan musisi Andi Rianto, Ponky Prasetyo, Kadek ,dan adik iparnya, Anang Hermansyah. Yuni di antaranya membawakan lagu "Belaian Sayang", ciptaan almarhum Bing Slamet yang diaransemen ulang oleh Kadek. Kemudian tembang "Damai Tapi Gersang", karya Denny Chasmala, diaransemen ulang oleh Ahmad Dhani dan Beni. Lalu ada juga lagu "Agar Aku Punyamu" ciptaan Melly Goeslaw dan "Cinta Putih" ciptaan Titiek Puspa. (Tresnawati-45) |