logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 September 2005 PANTURA
Line

Pemain Bola Meninggal di Arena Bulu Tangkis

SLAWI - Siapa yang menyangka jika seorang pemain sepak bola akhirnya meninggal saat bertanding bulu tangkis? Hal itu menimpa Yuliantoro (35), pemain kesebelasan Persatuan Sepak Bola Kabupaten Tegal (Persekat), Sabtu (3/9) petang.

Pemain kesebelasan Divisi II B tersebut yang sering berada pada posisi play maker, sore itu berpasangan dengan Eko Bathi Asmoro (28). Dia turun bertanding pada nomor ganda putra melawan pasangan Teji/Parman.

Pertandingan di turnamen Kalibiruk Cup yang diselenggarakan warga RT 5 RW 8 Kalibiruk, Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi masih dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-60 RI.

Saat kejadian, set kedua hampir selesai. Parman melepaskan drop shot smash ke sisi kiri net atau sebelah selatan. Yuli, demikian biasa disapa, dapat mengembalikan bola sulit itu ke bidang permainan lawan.

Namun, saat selesai mengembalikan bola tubuhnya terlihat sempoyongan. Ketika pengembalian smash lawan dapat dikembalikan ke bidang permainannya, dia juga secara cepat dapat mengejarnya. Reaksi cepat itu justru berakibat fatal. Dia menebar sisi selatan tembok gedung KPN Slawi dan jatuh telentang.

Dikira Berpura-pura

Saat pemain Persekat tersebut jatuh dan tidak lekas bangun, sejumlah rekan-rekannya dan panitia pertandingan mengira dia hanya berpura-pura. Mereka baru percaya Yuli pingsan ketika melihat di kening kepalanya banyak darah yang keluar.

Panitia dan warga Kalibiruk lainnya lalu melarikannya ke UGD RSUD Dokter Soeselo Slawi yang berjarak hanya satu kilometer. Namun saat diperiksa petugas medis, jiwanya sudah tidak tertolong.

Pemain bola itu rupanya telah meninggal di arena bulu tangkis. Diduga karena serangan jantung.

''Saya kira saat Yuli jatuh hanya pura-pura. Wong dia itu paling suka guyon seperti itu. Jadi, tidak ada yang menyangka bahwa akhirnya dia meninggal dengan cara seperti itu,'' tutur Tarjo, salah seorang panitia turnamen.

Yayan, seorang rekannya, menuturkan, sebelum bertanding Yuli mengaku sedang terserang flu. Karena itulah, sebelum bertanding dia menyatakan telah minum obat flu.

Ketua Harian Persekat Edy Prayitno SH MHum juga mengemukakan hal yang sama. Almarhum memang suka memberikan hiburan kepada rekan-rekannya. Gaya bergaul seperti itulah yang membuat almarhum mendapatkan banyak teman.

''Dia untuk tahun ini akan menjadi pelatih Persekat tapi Tuhan menghendaki lain. Segenap pengurus dan pemain Persekat sangat kehilangan atas meninggalnya Yuliantoro,'' kata Edy yang juga Kabag Agraria dan Pjs Kabag Hukum Pemkab Tegal.

Bupati Agus Riyanto yang juga Ketua Umum Persekat, Minggu (4/9) siang, hadir dalam pemakaman almarhum. (D12-19j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA