| Selasa, 06 September 2005 | PANTURA |
Kelulusan UN II SMA hanya 31,64 PersenBATANG- Meski sudah digenjot dengan tambahan mata pelajaran, masih banyak siswa tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Batang yang tidak lulus ujian nasional (UN) periode II. Bahkan, prosentase kelulusan SMA sangat rendah hanya 31,64%. Dari data, diperoleh keterangan jumlah murid SMA yang tidak lulus periode I ada 641 anak, sedangkan yang mendaftar dan mengikuti UN II 639 anak. Setelah mengikuti ujian, yang lulus 201 anak, sedangkan tidak lulus 438 anak. Sementara hasil baik diperoleh murid SMK. Dari jumlah yang mengikuti UN II 265 anak, yang lulus mencapai 256 anak atau kelulusan 96,60%. Sementara, yang tidak lulus sembilan anak. Prosentase kelulusan memuaskan juga terjadi di Madrasah Aliyah (MA). Dari jumlah yang mengikuti UN II 73 siswa, yang tidak lulus hanya satu anak atau kelulusan mencapai 98,63%. Kepala Dinas Pendidikan H Eddy Witjaksono SH MM didampingi Kasubdin SLTP/Dikmen Drs Paham Suhardi mengatakan, sebenarnya sejak awal pihaknya sudah memberikan edaran ke sekolah untuk meningkatkan kemampuan anak yang akan mengikuti UN II. ''Misalnya dengan memberikan tambahan waktu ataupun bahan pelajaran. Semua diserahkan masing-masing sekolah dalam memotivasi mereka yang akan mengikuti UN II,'' ujar Eddy.Namun, dengan sistem baru itu anak-anak tidak perlu kecewa. Sebab, masih banyak alternatif untuk bisa lulus. Kelas Reguler ''Anak-anak yang sampai UN II tidak lulus, bisa memilih kembali mengikuti reguler di kelas III dengan mengulang mata pelajar yang tidak lulus. Atau mengikuti ujian mata pelajaran yang tidak lulus pada tahun depan,'' ujar Paham. Alternatif lain meneruskan mengikuti pendidikan kejar Paket B (setara SMP) dan C (setara SMA). Meskipun demikian, dia berharap peserta UN, baik SMP maupun SMA untuk kembali mengulang di kelas III.''Tidak perlu putus asa, pelajar SMP yang selama ini duduk di bangku kelas I SMA untuk kembali ke bangku kelas III. Demikian juga yang sudah menjadi mahasiswa,'' imbau dia. Ketua Komisi B DPRD Batang Slamet Masykuri, prihatin dengan hasil UN II yang tidak memuaskan. Sebagai tindak lanjut masalah itu, pihaknya menjadwalkan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan. ''Selasa, Komisi B akan bertemu dengan jajaran Dinas Pendidikan lengkap dengan Subdin, mengapa UN II jeblok seperti ini. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan memanggil kepala sekolah, baik SMP maupun SMA negeri, untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya,'' ujar anggota FKB itu. Menurut dia, langkah paling tepat adalah mengikuti kejar Paket B ataupun C. Sebab, sekarang ini banyak murid SMP yang sudah memakai seragam SLTA.''Kalau dia harus kembali ke kelas III, persoalannya apakah murid yang sudah gagah dengan celana panjang abu-abu dan putih kembali memakai celana pendek biru serta baju putih?'' kata Slamet. Dia menuturkan, murid SMP yang sudah duduk di bangku SLTA dan ternyata tidak lulus pada UN II, mempunyai beban mental berat. Itu terjadi karena jarak jarak waktu antara UN I dan II terlalu lama. ''Bayangkan, mereka sudah mengikuti pelajaran kelas I SMA atau SMK, lha kok balik bangku SMP, piye coba? Ini menyangkut perasaan mental yang harus disikapi bersama.'' Di Tegal Dari Tegal dilaporkan, 1.089 dari 2.431 siswa atau 44,7% peserta ujian nasional (UN) tahap II dinyatakan tidak lulus. Hal itu diketahui dari hasil yang diserahkan kepada siswa. Besarnya persentase yang tidak lulus cukup mengecewakan Dinas P dan K. Kepala Dinas P dan K Drs Machful mengemukakan, berdasarkan data peserta dari SMA negeri/swasta yang tidak lulus, SMA NU menempati posisi tertinggi, 90,6%. Untuk SMK negeri/swasta, SMK Muhammadiyah 2 berada pada posisi pertama dengan 90,5%. "Peserta SMP negeri yang tidak lulus 13%, yang terbanyak SMP Negeri 11 dari 23 peserta, enam siswa tidak lulus atau 26%. Di SMP swasta, yang terbanyak SMP Purnama, yaitu dari 14 peserta tidak lulus 12 atau 86%," papar dia. Sementara itu dari tiga MTs swasta, MTs Roudhotul Ulum memiliki jumlah ketidaklulusan paling tinggi, 79%. (ar,lei-52j) |