logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 September 2005 PANTURA
Line

Kebaikan Berbuah Petaka

MAKSUD hati berusaha melerai tawuran, namun naas justru menimpa ayah tiga anak ini. Tindakannya itu, yang didasari oleh maksud baik, menyebabkan dia terluka akibat tusukan dan bacokan.

Sumardi (30) pada Minggu malam lalu terbaring lemah di bangsal bedah RSUD Brebes.

Dia terlihat kesakitan setiap menggerakkan tangan sebelah kanan. Sebab, lengan dan pangkal lengannya terkena bacokan dan tusukan.

Menurutnya, dia sama sekali tidak mengenal pelaku penusukan. Pasalnya, pada saat itu dia hanya berusaha melerai dua kelompok pemuda yang sedang tawur dekat warungnya.

Dia menuturkan, pada malam yang sial itu dirinya baru saja 500 meter meninggalkan warungnya dengan menggunakan sepeda onthel dan melihat sejumlah pemuda Pasar Batang tawuran dengan para pemuda kampung lain.

Sekilas dia melihat salah satu keponakannya terlibat dalam tawuran. Oleh karenanya, dia bermaksud menolong sekaligus melerai. Namun, dia malah dikeroyok sejumlah pemuda yang tidak dikenalnya.

Dengan senjata tajam, para pemuda dari kampung lain itu menyerangnya secara membabi buta. Dia pun pingsan karena menahan sakit dan banyak mengeluarkan darah. Saat tersadar, dia sudah berada di rumah sakit.

Akibat naas yang dialaminya, dia untuk sementara waktu tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya (seorang istri dan tiga anak). Biaya rumah sakit pun harus ditanggungnya sendiri. (Wawan Hudiyanto-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA