| Selasa, 06 September 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatSelamat meski Terlindas KAMOSKWA - Pemuda Rusia yang mabuk ini sungguh keterlauan. Dia tertidur sangat nyenyak di antara rel kereta api. Bahkan saking nyenyaknya, dia tidak terbangun ketika sebuah kereta api melintas. Masinis KA itu terkejut ketika melihat seorang pria tertidur di rel yang akan dilewati keretanya. Seketika, sang masinis mengerem KA. Namun, ''ular besi'' itu telanjur melintas di atas tubuh si pemabuk. Untunglah, dia tidak tewas digilas kereta. Pria itu masih lelap di kolong gerbong KA. Petugas berusaha membangunkan dan menyeretnya keluar. Tetapi gagal. Akhirnya, masinis menjalankan kembali kereta itu sambil berharap si pemuda tidak terbangun tiba-tiba selama kereta bergerak di atasnya. ''Pemuda itu tertidur di antara rel. Dia sama sekali tidak terjaga. Tidur yang nyenyak itu justru telah menyelamatkan nyawanya,'' kata petugas polisi Vladimir Slaby kepada kantor berita Interfax, kemarin.(rtr-ben-25) Es Krim Sebabkan Migrain HANNOVER - Sebuah perusahaan asuransi kesehatan Jerman memperingatkan para penderita migrain agar berhati-hati dalam menyantap es krim. Sebab, es krim ternyata bisa menyebabkan serangan migrain (penyakit kepala sebelah). Techniker Krankenkasse, perusahaan asuransi itu, mengatakan para pelahap es krim harus memperhatikan cara makannya. Es krim yang disantap secara cepat dapat menyebabkan serangan migrain. Rasa sakit di sebelah kepala itu umumnya dipicu oleh flu. Biasanya, rasa sakit kepala itu bisa sembuh dalam waktu singkat. Namun, migrain juga dapat menimbulkan serangan yang sangat menyakitkan bagi para penderitanya. Sejumlah bahan makanan yang digunakan untuk membuat es krim juga dapat membahayakan orang yang memiliki alergi. Karena itu, Techniker Krankenkasse memberikan saran agar orang memeriksa dengan saksama bahan-bahan makanan yang terkandung di dalam es krim sebelum menyantapnya.(ant-ben-25) 75 Pengungsi Tenggelam SANAA - Sejumlah 75 orang pengungsi asal Etiopia dan Somalia dikhawatirkan tenggelam bersama kapal yang mereka tumpangi. Kapal itu sedianya akan membawa mereka menyelundup ke Yaman. Seorang petugas badan pengungsi dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan Senin kemarin. Sebanyak 45 jenazah telah ditemukan di wilayah pantai di Provinsi Shabwa. Hanya 50 orang pengungsi yang selamat dari empat kapal yang membawa 369 orang Afrika. Demikian dikatakan pihak UNHCR kantor perwakilan Mayfaa di Provinsi Shabwa, 400 km sebelah timur kota pelabuhan Aden. Pejabat UNHCR tersebut mengatakan, para pengungsi yang terdiri atas 203 orang asal Ethiopia dan 166 warga Somalia sedang melakukan perjalanan dengan tujuan Yaman. Mereka bertolak dari Somalia dengan menumpang empat kapal. Namun, mereka dipaksa melompat ke Laut Arab oleh para pemilik ketika kapal mereka mengalami kebocoran. Dia mengatakan, 75 pengungsi tenggelam terbawa gelombang pada Jumat dan Sabtu. Sedangkan, 50 di antaranya berhasil mencapai Mayfaah, sementara pengungsi lainnya dinyatakan hilang hingga kini.(ant-25) |