| Selasa, 06 September 2005 | BANYUMAS |
Penertiban Pengamen dan Pengasong di Daop V
PURWOKERTO - Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, PT Kereta Api Daop V Purwokerto mulai September ini akan meningkatkan operasi penertiban dari dua kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Kepala Daop V Soetjahyono didampingi Kepala Seksi Operasi Sukirman Denin kemarin mengemukakan, penertiban dilakukan baik di atas kereta maupun di dalam lingkungan stasiun. Sasaran utamanya adalah para pengamen, pengasong, pengemis, gelandangan, dan penumpang tak berkarcis. ''Mulai September, penertiban ditingkatkan hingga tiga kali dalam seminggu. Kereta yang semula tidak mendapat pengawalan polisi kini dikawal,'' ujar Soetjahyono seusai kegiatan dalam rangka Pekan Pelayanan Nasional di lingkungan Daop V, kemarin, di stasiun Purwokerto. Menurut keterangan dia, penertiban terhadap pengamen, pengasong, pengemis, dan gelandangan selama ini sudah berjalan rutin. Namun mulai September ini sekaligus persiapan menghadapi Lebaran, ada peningkatan operasi penertiban. Pada Agustus, di Daop V, seperti disampaikan Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Soedjono terjaring 258 pelanggar di atas kereta yang terdiri atas pengasong, pengamen, dan penumpang tak berkarcis. Dari operasi tersebut diperoleh denda suplisi Rp 9,88 juta. ''Mereka yang terjaring di atas kereta tak berkarcis dikenai suplisi membayar denda dua kali,'' ujarnya. Apabila tak sanggup membayar denda, seperti pengamen dan pengasong, barang disita sebagai jaminan dan mereka diturunkan di stasiun terdekat. Barang sitaan bisa diambil setelah mereka membayar denda. Untuk September, lanjut dia, petugas melakukan operasi penertiban tak hanya saat kereta akan berangkat atau sedang berjalan tetapi setiap saat secara mendadak dengan mencegat kereta di stasiun yang tak biasa untuk berhenti. ''Langkah itu diambil agar mereka yang melanggar tak bisa kucing-kucingan. Sifat pemeriksaan mendadak,'' katanya. Dalam rangka Pekan Pelayanan Nasional kemarin, Daop V membagi-bagikan suvenir kepada para penumpang. ''Suvenir kali ini baru dibagikan untuk penumpang kelas eksekutif. Ada 500-an suvenir berupa gantungan kunci,'' ujar Soetjahyono. Di samping membagikan suvenir, kemarin para penumpang yang berangkat dari stasiun Purwokerto juga disuguhi hiburan musik organ tunggal. Sambil menunggu kereta tiba, para calon penumpang bisa menyanyi diiringi organ tanpa bayaran. ''Langkah itu ditempuh untuk menjaga agar konsumen tetap memilih kereta api sebagai sarana transportasinya. Ke depan, Daop V sedang memikirkan untuk memberikan hadiah bagi pelanggan setia kereta api.'' (G23-16j) |