| Selasa, 06 September 2005 | BANYUMAS |
1.120 Siswa SMP Tak LulusCILACAP- Sebanyak 1.120 siswa SMP di Cilacap, baik negeri maupun swasta, dinyatakan tidak lulus dalam ujian tahap II yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Dengan demikian, mereka harus menempuh ujian kejar Paket B bila ingin mendapatkan ijazah SMP. ''Dari total 4.948 peserta ujian tahap II tingkat SMP, yang lulus 3.828,'' kata Kepala Dinas P dan K (Diknas) Kabupaten Cilacap, Drs Sutoyo MS, kepada Suara Merdeka kemarin. Menurutnya, prosentase kelulusan ujian tahap II tingkap SMP mencapai 77,36%. Prosentasi itu lebih tinggi dari ujian tahap II di kalangan SMP terbuka, MTs dan MA negeri/swasta, serta SMA negeri/swasta. ''Artinya, tingkat kelulusan dalam ujian tahap II di SMP negeri/swasta lebih tinggi dibandingkan dengan SMP terbuka, MTs serta MA negeri/swasta, dan SMA negeri/swasta,'' urainya. Dia mengemukakan, jumlah peserta ujian tahap II SMP terbuka yang tidak lulus ada 150 dari total 274 peserta. Untuk tingkat MTs negeri/swasta, peserta ujian tahap II yang tidak lulus 485 dari 1.798 peserta. Untuk SMA negeri/swasta, peserta ujian yang tidak lulus ada 705 dari 1.745 peserta. Untuk MA negeri/swasta dari total 531 peserta, yang tidak lulus 257 orang. Sementara untuk ujian tahap II tingkat SMK negeri/swasta, peserta yang tidak lulus mencapai 188 dari 2.007 yang ikut. Bulan Oktober Dia mengatakan, untuk siswa SMP/MTs yang tidak lulus bisa mengikuti ujian kejar Paket B, sementara untuk SMA/MA/SMK Paket C. ''Kami tidak memaksa mereka untuk ikut. Ini sekadar tawaran Diknas, bila memang ingin mendapat ijazah,'' ujar Sutoyo. Dari data yang ada, diketahui ujian kejar Paket B dan C akan dilaksanakan sekitar Oktober. Selain itu, mereka yang tidak lulus ujian tahap II tidak akan menjalani proses belajar dalam kejar Paket C atau B. ''Mereka bisa langsung ikut ujian, tidak usah ikut proses belajar,'' tegas Sutoyo. (G21-16s) |