| Sabtu, 03 September 2005 | NASIONAL |
Aneka WartaEvakuasi Korban Heli DihentikanPADANG - Tim SAR Brimob Polda Sumbar dan TNI-AU pada Jumat (2/9) pukul 18.10 menghentikan evakuasi terhadap enam korban helikopter Polri yang meledak di puncak Bukit Singgiriak, Panorama I Sitinjau Laut, sekitar 30-35 km dari pusat Kota Padang. Tim SAR memutuskan menghentikan evakuasi karena kabut tebal, hujan, dan hari makin gelap sehingga tidak mungkin lagi melanjutkan pekerjaan tersebut. Evakuasi akan kembali dilakukan Tim SAR dari udara dan darat pada Sabtu (3/9). Enam korban ditemukan pada Jumat pukul 13.30 saat cuaca baik namun menjelang sore lokasi musibah diselimuti kabut tebal, mendung, dan kemudian hujan. Hingga pukul 18.50, enam korban yang ditemukan tersebut dalam keadaan meninggal. Pesawat helikopter Mi-2+ dengan call sign P-5004 itu meledak di atas Bukit Singgiriak dalam perjalanannya menuju ke Kota Padang pada Kamis sore setelah melakukan misinya mengecek kebakaran di Padang Aro Solok Selatan. Helikopter itu membawa lima orang dan dua awak (pilot dan kopilot). Lima penumpang terdiri atas Direktur Reskrim Polda Sumbar Kombes Pol H Harmaeni, Direktur Intelpam Kombes Pol Drs B Irawan, Kasi Identifikasi AKP J Johar, anggota Identifikasi Bripda Permana, dan seorang wartawan dari Harian Singgalang Erman Tasrial. Awak helikopter tersebut adalah pilot Kompol Donny dan kopilot Ipda Asep. (ant-41j) Deklarasikan Nusantara Bangkit JAKARTA - Keprihatinan terhadap situasi negara sekarang ini membuat beberapa tokoh nasional merapatkan barisan dengan mendeklarasikan Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu (GNBB). Tujuan gerakan itu adalah untuk menjaga keutuhan dan kekuatan sosial, politik, dan ekonomi yang kian terpuruk. Para tokoh yang terdiri atas mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, tokoh PDI-P Taufiq Kiemas, mantan ketua DPR Akbar Tandjung, mantan wakil presiden Try Soetrisno, mantan Panglima TNI Wiranto, anggota DPR Marwah Daud Ibrahim (Golkar), mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djayusman, tokoh Angkatan 66 Hariman Siregar, dan sejumlah tokoh lain. Deklarasi tersebut berlangsung di kediaman almarhum ayahanda Gus Dur, KH Wahid Hasyim di Jalam Taman Amir Hamzah Nomot 8 Jakarta Pusat, Kamis (1/9). (di-49j) |