logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 September 2005 KEDU & DIY
Line

Depag Belum Tahu Ada Perekrutan CPNS

TEMANGGUNG- Meskipun dalam beberapa minggu ini banyak pemerintah daerah (Pemda) telah mengajukan usulan kuota CPNS yang akan direkrut dan juga memperkirakan waktu perekrutan, tidak demikian dengan Departemen Agama (Depag). Sampai saat ini, Kantor Depag Kabupaten Temanggung belum diberitahu perihal perekrutan CPNS tahun 2005 tersebut.

''Hingga sekarang, surat pemberitahuan dari Kanwil Depag tentang masalah perekrutan CPNS 2005 di Depag sama sekali belum ada,'' kata Subandi, Kasubag TU Kantor Depag Kabupaten Temanggung, Kamis (1/9) lalu di kantornya.

Menurut Subandi, biasanya surat pemberitahuan itu berasal dari pusat kemudian diberikan kepada Kanwil Depag Jateng. Setelah itu, baru dikirimkan ke kantor kabupaten.

Dia mengungkapkan, pemberitahuan tentang perekrutan CPNS dari pusat atau kanwil sering kali mendadak.

''Seperti tahun kemarin, pendaftaran harus dimulai seminggu sebelum puasa dan waktu ujian juga hanya beberapa saat setelah Lebaran,'' ujarnya.

Pada 26 Agustus 2005 lalu, kantornya juga menerima surat pemberitahuan dari Kanwil berisi akan mengangkat sebagai PNS, guru wiyata dengan umur 40-46 tahun serta telah mengabdi 20 tahun terus-menerus. Namun, data tersebut harus dikirimkan ke Kanwil paling lambat 30 Agustus 2005.

''Karena waktu yang diberikan sangat sempit, kita langsung menginformasikan kepada sekolahan-sekolahan dan hanya tiga orang yang dapat diajukan,'' papar Subandi.

Alhasil, ketiga orang itu pun oleh Kanwil dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena surat keputusan (SK) sebagai guru wiyata bakti dikeluarkan oleh kepala sekolah.

Sementara itu, apabila diberi kesempatan untuk mengusulkan alokasi CPNS, pihaknya akan mengusulkan untuk golongan 2A sejumlah 20 orang, golongan 2C (30), dan golongan 3A (63). Untuk guru, dari 137 sekolah di bawah Depag rata-rata satu sekolah membutuhkan enam guru, sehingga jumlah keselurahan idealnya 822 guru.

''Dengan asumsi, untuk mengganti guru yang pensiun. Sebab, saat ini dalam sebulan rata-rata ada 10-15 guru yang memasuki masa pensiun,'' tutur Subandi. (hsf-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA