| Sabtu, 03 September 2005 | EKONOMI |
Bangun Citra Kota untuk Tarik InvestorSEMARANG- Pembentukan citra suatu kota penting untuk pengembangan identitas, termasuk juga untuk menarik minat investor. Citra tersebut bisa ditampilkan dengan mengusung slogan-slogan positif yang memikat. Pasalnya, investor akan mempertimbangkan kondisi suatu daerah sebelum ia menanamkan modalnya. Demikian diungkapkan Abu Sudjak Isa, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPMPB dan A) Kota dalam IMA Gathering, Semarang: Attracting Investment, Tourism, and Trade di Kafe Segara Hotel Graha Santika Rabu (31/8) dengan moderator Adi Ekopriyono, Vice President IMA Jateng . Pembentukan citra kota ini, kata dia, sudah dilakukan kota-kota besar baik lokal maupun internasional seperti Jakarta yang menurunkan slogan Jakarta Enjoy. Selain itu slogan-slogan lain yang sudah akrab di telinga masyarakat antara lain Jogja Never Ending Asia, Malaysia Truly Asia, dan juga Singapore Uniquely. Slogan tersebut telah melekat sebagai identitas pariwisata dan perdagangan. Di samping itu, slogan juga mampu menjadi bahan yang bisa dijual tersendiri. Maka, tak aneh bila kemudian slogan tersebut banyak dikenakan dalam kaos, berbagai suvenir, dan ditempel di berbagai tempat. ''Wisatawan yang berkunjung ke suatu kota pun berkeinginan untuk membeli produk yang bisa mewakili tempat tersebut. Mereka bisa bangga apabila bisa memiliki salah satu produk yang menerakan slogan,'' katanya. Kota Perdagangan Oleh karenanya, Abu mengatakan, tak ada salahnya bila Semarang pun memiliki slogan yang bisa mengangkat citra ini. Ditambah dengan kecenderungan Semarang saat ini yang berkembang ke arah kota jasa dan perdagangan. ''Sudah saatnya, pemkot berpikiran profit oriented yang jeli memanfaatkan peluang yang ada. Semarang juga harus menjadi kosmopolitan yang saling berhubungan dengan kota lain agar tidak tertinggal ,'' tandasnya. Meski demikian, diakui Abu, slogan identitas ini bukanlah satu-satunya untuk mendongkrak pencitraan. Kelengkapan infrastruktur pun juga diperhitungkan investor. Menurutnya, kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Semarang ini adalah memperbanyak jaringan infrastruktur terutama jalan yang bisa menghubungkan kawasan-kawasan baru. ''Pemkot juga berupaya untuk bisa menambah sarana jalan, seperti jalur-jalur di Banyumanik, Gunungpati, Tembalang dan Mijen,'' ungkapnya. Ia juga menambahkan Pemkot saat ini sedang menangani 26 proposal yang diajukan investor untuk mengelola berbagai aset milik pemkot yang dapat dikerjasamai dengan pihak ketiga, antara lain di sektor perpakiran, perusahaan logam, energi, dan cemetery estate. (mhr-59 ) |