| Rabu, 31 Agustus 2005 | SALA |
Arbain Lahir, Yayuk dan Coco DatangJURUG - Kelahiran anak unta pekan lalu menambah koleksi kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Kepala Pengelola dokter hewan Sayono Amiradji mengemukakan, anak unta berjenis kelamin betina itu lahir Rabu 24 Agustus sekitar pukul 10.00, dalam kondisi sehat. "Karena lahir pada hari Rabu atau hari keempat dalam seminggu, anak unta itu saya beri nama Arbain yang berasal dari bahasa Arab arbaa. Dia anak keempat pasangan unta jantan Ferry dan unta betina Jesi," kata mantan Kepala Dinas Pertanian Surakarta itu, kemarin. Dengan kelahiran Arbain, unta milik TSTJ kini menjadi enam ekor. Keenamnya ditempatkan pada dua kandang yang masing-masing berukuran 5 x 15 m. Kandang-kandang itu dilengkapi dengan dua lapangan, masing-masing 20 x 20 m. Ferry dan Jesi merupakan bantuan barter dari Kebun Binatang Wonokromo Surabaya tahun 2000 lalu. Selain unta, 15 Agustus lalu TSTJ mendapat sepasang orang utan dari Kebun Binatang Tinjomoyo Semarang. Sebagai penukar, TSTJ menyerahkan seekor harimau sumatra dan sepasang merak. "Saat sepasang orang utan bernama Yayuk dan Coco itu datang, seekor orang utan yang sudah lama berada di Jurug mengamuk dan memukuli kandangnya. Mungkin karena orang itu tak punya pasangan, setelah beberapa waktu lalu orang utan batina mati. Kebetulan anaknya juga jantan," ungkapnya. Dengan kedatangan sepasang orang utan dan kelahiran anak unta, koleksi satwa TSTJ kini menjadi 429 ekor. Jumlah itu terdiri atas 63 spesies, mulai ikan, reptil, hingga binatang buas antara lain singa dan harimau sumatra. Sebagian besar koleksi satwa yang ada berasal dari semacam kebun binatang di Sriwedari. Pada tahun 1983, satwa-satwa itu dipindah ke TSTJ. Kandang Harimau Sayono menambahkan, pengelola taman dengan luas total sekitar 13,9 ha itu terus melakukan pembenahan dan perbaikan, di antaranya membangun sebuah kandang besar dengan ukuran 20 x 30 m untuk harimau sumatra. Kandang itu juga dilengkapi berbagai fasilitas bagi penghuni maupun pengunjung. Dengan demikian, penghuni maupun pengunjung akan merasa nyaman. "Kandang baru yang proyeknya sedang dilelang itu, akan dilengkapi dengan kolam untuk bermain enam ekor harimau sumatra yang kami," jelasnya. Proyek itu akan didanai dari APBD Surakarta, Rp 261 juta. Dia berharap pengerjaan proyek bisa segera terealisasi. Apalagi, saat ini induk betina harimau bernama Lisa yang berpasangan dengan Malcom sedang bunting. "Perkiraan kami, pertengahan September nanti Lisa akan melahirkan," ujarnya. Saat ini, TSTJ juga sedang menanti kedatangan sepasang nilgae, binatang sejenis rusa yang rencananya dikirim dari Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen, Pasuruan. Surat-surat pengiriman satwa itu kini sedang diurus TSI. "Koleksi yang terus bertambah itu diharap bisa menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke TSTJ, terutama menghadapi Pekan Syawalan di Jurug, 3-13 November mendatang. Selain rekreasi, satwa-satwa langka itu bisa menambah pengetahuan anak-anak," ungkap Sayono.(D11-27m) |