logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 SALA
Line

Balita pun Ditandai dengan Tinta

LAYAKNYA proses pemungutan suara, kelingking mungil milik Herlan Syah langsung ditandai tinta biru oleh petugas seusai mendapatkan dua tetes vaksin antipolio dari Wali Kota Surakarta Joko Widodo, pagi kemarin.

Bayi berusia dua bulan itu tetap tidak merasa terganggu meski ada cairan asing dimasukkan ke bibir mungilnya.

"Biar tidak kedobelan bagi yang telah mendapatkan vaksin. Sekaligus untuk mendeteksi siapa saja yang belum mendapatkan vaksin sehingga besok (hari ini-Red) kami bisa memberikan vaksin bagi balita yang belum mendapatkan hari ini (kemarin)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dokter Purnomo Dwi Putro di sela-sela pencanangan PIN di Pos PIN RT 01 RW 02 Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, kemarin.

Selain mencanangkan PIN di Pos yang berlokasi di kediaman Sri Wiryanto itu, Wali Kota didampingi istrinya Iriana serta Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengunjungi sejumlah Pos PIN, di antaranya di RT 01 RW 07 Sewu dan Joyontakan.

Wali Kota secara simbolis juga menyerahkan bantuan kepada Yolanda dan Faisal, dua balita RT 03 RW 07 Sewu yang menderita gizi buruk. Kedua balita berusia masing-masing 45 bulan dan 31 bulan itu menerima bantuan program makanan tambahan (PMT) senilai Rp 4.000/hari selama 90 hari.

Sebanyak 708 pos pelayanan terpadu (posyandu) yang terdiri atas 578 posyandu balita dan 130 posyandu lansia juga mendapatkan bantuan dari APBD. Masing-masing berhak menerima Rp 900.000 (balita) dan Rp 600.000 (lansia).

Kasus lumpuh layuh yang bermula di Sukabumi, Banten dan Lampung cukup membuat ibu-ibu bersikap waspada. Sejak Pos PIN dibuka pukul 07.00 mereka sudah antre di lokasi.

Mengingat risiko tinggi yang disebabkan oleh Virus Polio Liar (VPL) tersebut, beberapa sekolah taman kanak-kanak (TK) meliburkan siswanya. Meski demikian, ada TK yang bekerja sama dengan Pos PIN setempat untuk melakukan imunisasi.

Di Solo disediakan 543 Pos PIN umum yang tersebar di lima kecamatan serta 18 Pos PIN khusus yang berada di 10 rumah sakit, 1 terminal, 3 stasiun kereta, dan 4 pasar, yaitu Pasar Gede, Pasar Klewer, Pasar Legi, dan Pasar Hardjodaksino.

Program Tambahan

Mengingat begitu penting arti PIN, DKK hari ini mengadakan lagi program tambahan khusus bagi balita yang sehari sebelumnya (kemarin-Red) belum mendapatkan vaksin polio. "Kami sudah meminta seluruh petugas di Pos PIN untuk mendata siapa saja yang belum divaksin sehingga target kami seluruh balita bisa mengikuti PIN terealisasi," jelas Purnomo.

Program nasional yang akan diselenggarakan kembali untuk tahap II pada 27 September itu menelan dana Rp 85 juta. Dana dialokasikan pada dua pos APBD 2005, masing-masing Rp 50 juta pada pos tidak tersangka (karena termasuk kejadian luar biasa) dan Rp 35 juta yang kini tengah dibahas di perubahan APBD 2005.

Untuk penyediaan vaksin, kata dia, DKK meminta tambahan 10% dari jumlah balita yang ada di Solo. Seluruh vaksin disediakan oleh Departemen Kesehatan. Dengan PIN tahun ini diharapkan dunia bebas polio pada 2008.

"Pada dasarnya sejak 1995 di Indonesia tidak lagi terdapat polio liar. Namun pada Maret lalu terjadi kejadian luar biasa yang bermula dari Sukabumi dan Lampung."

Berdasarkan data jumlah kasus polio liar tercatat 161 dan Juni lalu ditemukan 1 positif VPL di Demak. (Anie R Rosyidah-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA