| Rabu, 31 Agustus 2005 | SALA |
Dicurigai untuk Prostitusi Salon dan Panti Pijat DigerebekSOLO - Empat belas kapster serta empat pramusada (pemijat) berparas cantik, kemarin dibawa ke Mapolsekta Banjarsari, Solo. Mereka diambil dari salon dan panti pijat di Kampung Sambeng serta Jalan A Yani Solo yang dicurigai menjadi tempat prostitusi. "Berdasarkan laporan masyarakat, beberapa salon dan panti pijat itu sering dipakai untuk praktik prostitusi," kata AKP Sayid, Kapolsekta Banjarsari, Solo, kemarin. Setelah menerima banyak laporan, sekitar 20 petugas Polsekta Banjarsari menggerebek beberapa salon dan panti pijat, Senin lalu pukul 16.00-18.00. Salon kecantikan yang digerebek adalah Salon Yuniar dan Yuyun di Kampung Sambeng, Salon Yunita di Kampung Depok, serta Panti Pijat Bunga Indah Jalan A Yani Solo. Di Panti Pijat Bunga Indah, biasanya terdapat 12 pramusada. Namun, saat digerebek yang berada di sana hanya sebagian dan polisi membawa empat pramusada. Ketika menggerebek salon polisi tidak menemukan ada yang tengah berkencan. Namun empat belas wanita muda berparas cantik yang kebanyakan berasal dari luar Kota Solo dibawa ke Polsekta. "Ada pekerja salon dan panti pijat yang berasal dari Banyuwangi, Pasuruan, Purwodadi, dan Wonosari, Gunungkidul. Mereka hanya dimintai keterangan dan dicatat identitasnya," tutur AKP Sayid didampingi Kanit Reskrim Polsekta Ipda Sutoyo SH. Setelah dimintai keterangan mereka dilepas dan tidak dikenai tuntutan apa pun karena dianggap tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum."Mereka diarahkan agar tidak menyalahgunakan tempat usaha untuk praktik prostitusi," kata AKP Sayid sambil menunjukkan foto dan identitas beberapa wanita muda kapster salon dan pramusada panti pijat. Rian (26), kapster salon yang mengaku berasal dari Pasuruan, Jatim, mengatakan, baru bekerja sebulan di salon. "Saya bekerja beneran, cari uang. Nggak ingin macam-macam. Kalau ada kapster yang bisa diajak kencan, itu urusan pribadi," ujarnya. (san,nin-27h) |