| Rabu, 31 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Jateng Sabet Dua Emas di Hari TerakhirSEMARANG - Jawa Tengah mengakhiri paceklik medali emas dalam A Mild Billiard Kejurnas 2005 yang dilangsungkan di Gedung Pertemuan Admiral. Di pertandingan hari terakhir semalam, dua medali emas berhasil direbut pebiliar andalan Jateng, yaitu Tan Kiong An di nomor Carom 3-Cushion dan M Junarto nomor 15 ball single putra. Di final Carom 3-Cushion, Tan Kiong An yang akrab disapa Aan menang tipis 30-24 atas lawannya yang juga sesama atlet Pelatnas, James Lengkang asal Sulawesi Utara. Pertandingan tersebut berjalan ketat, mengingat mereka sudah tahu karakter permainan masing-masing. Meskipun demikian, Aan bermain lebih sabar dan tenang. Dukungan penonton yang memadati Gedung Pertemuan Admiral membuatnya lebih percaya diri. Melalui perjuangan ekstrakeras, akhirnya pebiliar kelahiran Purworejo 25 September 1949 itu berhasil mengakhiri perlawanan James Lengkang sehingga mempersembahkan emas pertama bagi Jateng. "Emas pertama ini memang saya harapkan. Itu sebagai ganti kegagalan saya di nomor Carom 1-Cushion," kata Aan yang sebelumnya juga sudah mempersembahkan satu perak (nomor Libre) dan satu perunggu (Carom 1-Cushion) bagi Jateng. "Di final saya tidak tegang. Justru di semifinal lawan Hoki (Jatim) lah ketegangan itu muncul," imbuhnya. Menghadapi Hoki di semifinal kemarin, Aan menang 25-12. M Junarto Pertandingan final 15 ball single putra juga tidak kalah menegangkan. Lawan yang dihadapi Junarto sangat berat, yaitu Siaw Wieto dari DKI Jakarta. Di awal pertandingan, Junarto sempat ketinggalan 0-2. Namun, dia bisa bangkit dan mengejar ketinggalan hingga dapat menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Di frame berikutnya, permainan semakin ketat dan sering sama, 5-5 dan 6-6. Di frame ke-13, Junarto mulai bisa keluar dari tekanan dan menang 7-6. Siaw Wieto yang pernah mengikuti kejuaraan dunia biliar di Kaohsiung Cina Taipei beberapa waktu lalu pun dipaksa menyerah di frame ke 16 dengan skor 9-7. Sedangkan Hasan Manfaluti yang bertanding di nomor English Billiard, gagal mengikuti jejak Tan Kiong An dan Junarto. Pebiliar asal Purwokerto itu hanya mampu meraih perak setelah di final kalah 0-3 (67-100, 65-100 dan 0-100) dari pebiliar DKI Jakarta, Muslim. "Dia (Muslim) memang bermain lebih baik. Meski demikian, saya puas bisa mempersembahkan perak," tandas Hasan. Partai final di hari terakhir kemarin juga terjadi di nomor 8 ball single putri antara Dini (Jawa Barat) lawan Desak (Bali). Pertandingan tersebut, Desak menang mudah 7-5 sehingga meraih emas. Setelah menyelesaikan 13 nomor, Kejurnas 2005 yang berlangsung mulai 24-30 Agustus, semalam langsung ditutup oleh Ketua Umum PB POBSI Putera Astaman. (H13-28) |