logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Banyumas Bertekad Geser Semarang

PURWOKERTO - Banyumas bertekad menjadi juara umum Porda Jateng 2005, menggeser juara bertahan Kota Semarang. Target itu tak asal-asalan, tetapi berdasar perhitungan dan persiapan matang.

Perolehan medali selalu meningkat, Porda 1987 urutan III dengan 18 emas, 1991 II (29 emas), 1995 II (42 emas) dan 2001 II (63 emas). Demikian kata Ketua Harian KONI Banyumas Drs Sukardi MSi OR, kemarin.

Kontingen Banyumas berkekuatan 276 atlet, 46 pelatih, 24 manajer dan 30 pendukung, akan mengikuti 25 cabang. Persiapan sampai saat ini sudah matang. "Kami minta semua pihak bertindak jujur dan menjunjung tinggi sportivitas."

Imbauan itu dia lontarkan karena sudah merasakan ada beberapa keanehan. Cabang atletik misalnya, tak memperlombakan nomor 4 x 100 m dan 4 x 400 m putra dan putri, padahal Banyumas punya atlet di nomor itu. Ini merugikan satu daerah, menguntungkan yang lain.

Banyumas menargetkan 72 emas, 52 perak dan 52 perunggu. Cabang unggulan antara lain atletik target 6 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Renang (19-10-10), wushu (4-1-1), taekwondo (5-2-2), panjat tebing (8-5-2), kempo (6-3-5).

Untuk cabang yang melalui kualifikasi, kekuatan daerah lain bisa dibaca. Banyumas optimistis meraih medali sesuai target. Untuk cabang yang tak lewat babak itu, Sukardi belum mengetahui peta kekuatan.

Kalau daerah lain hanya mengandalkan atlet yang ada di Jateng, sudah bisa diukur kekuatannya. "Tetapi jika ada daerah yang mengambil dari luar provinsi ini, itu yang belum bisa dibaca," katanya.

Atlet Lokal

Kekuatan Banyumas, jelas Sukardi, 99% atlet lokal. Hanya dua yang berada di luar Jateng, yaitu Emi Sungkowo (renang) dan Sugiarto Master Nasional (catur). Keduanya asli Banyumas. Sugiarto bekerja di Banten, Emi kuliah dan kerja di Singapura. Keduanya akan pulang memperkuat daerahnya.

Banyumas fokus pada pembinaan, tak membeli atlet. Bila membeli, setelah kejuaraan selesai, atlet akan kembali ke tempat asal. Daerah hanya dapat nama. Dengan pembinaan, komitmen atlet sangat tinggi. Atlet Banyumas tak ada yang lari ke luar daerah dalam Porda ini. Banyumas satu-satunya kabupaten di Jateng, bahkan mungkin Indonesia, yang berani menargetkan mengalahkan kontingen ibukota provinsi dalam Porda. (bd-28v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA