logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Augenthaler dalam Bahaya

BERLIN - Pelatih Bayer Leverkusen Klaus "Auge" Augenthaler khawatir dengan masa depannya. Jika dalam beberapa pekan Leverkusen tak membaik, dia menyadari ada kemungkinan diberhentikan.

Leverkusen memulai musim 2005-2006 dengan target merebut satu tempat di kompetisi Eropa. Awalnya target itu terlihat akan bisa dipenuhi dengan kemenangan 4-1 atas klub promosi Eintracht Frankfurt. Namun kemudian keraguan mulai muncul setelah dipukul Bayern Munich 2-5 dan kalah 1-2 dari Wolfsburg.

Akhir pekan ini pasukan Auge akan kembali menghadapi cobaan berat pada saat menjamu Schalke 04. Keadaan menjadi semakin kacau karena dua pemain pilar Leverkusen, Roque Junior dan Marko Babic, dipastikan absen setelah mendapat kartu merah ketika menghadapi Wolfsburg.

"Saya tahu aturan dalam permainan ini dan saya sadar posisi saya sedang terancam karena penampilan seperti ini," ungkap Auge, kemarin.

Mantan pelatih Nuremberg dan Grazer AK itu mengkritik beberapa pemainnya yang menjadi andalan tim nasional. Menurut dia, sebagian pemain cenderung lebih memikirkan bagaimana agar bisa tampil di Piala Dunia 2006 daripada harus tampil serius untuk Leverkusen.

"Beberapa pemain berpikir jika pelatih dipaksa mundur akan selalu ada penggantinya. Sementara mereka sendiri berpikir tim nasional lebih penting daripada klub. Padahal, seharusnya mereka sadar siapa yang membayar mereka," paparnya.

Jika Leverkusen akhirnya memberhentikan Auge, beberapa nama siap menggantikan, yakni Matthias Sammer dan Bernd Schuster. (rtr,dtc,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA