| Rabu, 31 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Murod Disiapkan untuk Hadapi PSSSEMARANG- PSIS tidak mematok target khusus pada pertandingan lawan PSS Sleman, Minggu mendatang (4/9) di Stadion Tridadi. Dalam partai ini, pelatih Bambang Nurdiansyah hanya ingin mencoba cara main, formasi dan komposisi yang dipersiapkan untuk menghadapi babak delapan besar. Pemain-pemain yang tidak pernah diturunkan, khususnya kiper Agus Murod, akan dicoba di Sleman. ''Lawan PSS, kami tetap fight. Perkara hasil itu soal nanti. Yang pasti di pertandingan tersebut kami ingin coba cara main dan komposisi baru. Agus Murod akan kami turunkan,'' tuturnya. Selama Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005, Murod memang jarang dimainkan. Bambang lebih mempercayakan posisi penjaga gawang kepada I Komang Putra. Murod hanya diturunkan di ajang Copa Indonesia saat lawan Persibat Batang dan Persijap Jepara. Kondisi jarang dimainkan akan membuat refleks, reaksi dan mental bertandingnya kurang terasah. Padahal, di babak delapan besar PSIS butuh pemain yang siap tampil dan fight di setiap pertandingan. ''Babak delapan besar nanti akan sangat ketat. Jika Komang tiba-tiba cedera, Murod bisa siap menggantikannya. Mental bertandingnya akan kami poles terus menjelang delapan besar. Salah satunya, ya diturunkan lawan PSS. Itu untuk meningkatkan kepercayaan diri,'' ungkap mantan striker timnas itu. Sayap Pada latihan sore kemarin, Bambang terus mematangkan cara main dan komposisi tim untuk menghadapi babak delapan besar. Tidak hanya formasi 3-5-1-1 saja yang dicoba, tapi juga 3-4-3 dan 3-5-2. Untuk formasi 3-5-1-1, M Ridwan diplot sebagai gelandang serang. Namun, jika menggunakan pola 3-4-3 atau 3-5-2, dia tetap berfungsi sebagai pemain sayap. Perubahan posisi untuk Esaiah Pello Benson di ketiga formasi tersebut tidak terlalu mencolok. Dia selalu disiapkan sebagai striker lubang. Untuk lini depan, Porras dan Indriyanto Nugroho tetap akan jadi pilihan utama. Diduetkan atau dijadikan striker tunggal, mereka diharapkan tetap bisa memperlihatkan ketajamannya. ''Formasi-formasi ini memang akan dicoba saat lawan PSS. Namun, fokus latihan selama ini tetap untuk pertandingan di babak delapan besar,'' tegas suami dari Rini Kenyo itu. Bambang menambahkan, pertandingan lawan PSS sangat menentukan posisi pasukan Mahesa Jenar di Wilayah I ini. Namun, hal itu juga tergantung dari pertandingan Arema lawan Persib Bandung yang akan dilangsungkan besok. Jika Arema memenangi pertandingan tersebut, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan dapat bernafas lega. Kalau pun PSIS kalah lawan PSS, peringkat ketiga tetap bisa diraih. ''Sebenarnya saya tidak masalah PSIS bertanding di kandang juara Wilayah I atau juara Wilayah II pada babak delapan besar. Namun, kalau boleh memilih, berada satu grup dengan juara Wilayah I akan lebih baik. Karena itu, kami tetap menginginkan duduk di peringkat ketiga,'' tandasnya. (H13-22) |