| Rabu, 31 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Tundukkan Persikota 4-0Persija Makin Kokoh di PuncakJAKARTA-Persija Jakarta Pusat makin kokoh memimpin Wilayah I Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005 setelah kemarin mereka mengalahkan Persikota Kota Tangerang, 4-0, di Stadion Lebak Bulus. Bahkan di atas kertas tim berjuluk Macan Kemayoran itu bakal menjadi juara wilayah. Mereka masih punya satu partai kandang lagi, menghadapi Persib. Hanya dengan hasil seri pada partai ini, total poinnya tak mampu dikejar pesaingnya. Juara wilayah bakal menjadi tuan rumah babak delapan besar. Kemungkinan babak delapan besar dimainkan mulai 16 September sampai 20 September mendatang. Melawan Persikota, Persija bermain lebih taktis dan rajin menyerang. Mereka pun membuka kemenangan lewat gol dari tendangan penalti Batoum Roger pada menit ke-26. Harus diakui lawannya tidak menampilkan permainan terbaiknya. Kesebelasan berjuluk Bayi Ajaib tersebut seakan bermain tanpa motivasi. Mereka cenderung tampil bertahan. Setelah unggul 1-0, tuan rumah tetap tampil agresif. Gol pun bertambah, ketika gelandang Deca dos Santos lepas dari pengawalan pemain belakang. Dia memperdaya kiper untuk menjaringkan bola ke gawang pada menit ke-44. Babak Kedua Pada babak kedua Persija terus menyerang. Pada menit ke-48, Batoum kembali membuat gol lewat tendangan dari pojok kanan. Gol keempat lahir lewat pemain muda debutan Mulky pada menit ke-87. Ia masuk menggantikan Cabanas di menit ke-64. Pelatih Persikota Syafrudin Fabanyo mengakui skuadnya tidak tampil prima. Itu diperkirakan karena mereka mengambil libur Sabtu dan Minggu. Latihan baru digelar lagi Senin lalu. ''Anak-anak ada kemungkinan terpengaruh atas keberhasilan mengalahkan PSMS Medan. Selain itu juga ditambah dengan libur Sabtu dan Minggu,'' ujar Fabanyo, seusai pertandingan. Asisten Pelatih Persija Isman Jasulmei mengaku gembira atas kemenangan telak Persija. Pasalnya, Persikota merupakan lawan yang kuat di Lebak Bulus dalam dua tahun terakhir. Dia mengaku berhasil mendapat kunci bagaimana mematikan Persikota di Lebak Bulus. Pertama mematikan striker Aliyudin dan Peri Sah Colie. ''Kedua mematikan lini tengah mereka," tambahnya. "Ketiga adalah menjaga Persikota tidak bermain dalam bola -bola pendek. Terakhir, Firmansyah jangan mendapat kesempatan mengeksekusi bola mati." (wgm-22) |