| Rabu, 31 Agustus 2005 | NASIONAL |
Lima Provinsi Terjangkit PolioGROBOGAN - Kasus polio sampai saat ini telah menjangkiti beberapa bayi dan balita di lima provinsi. Mendagri HM Ma'ruf sebelum mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2005 tingkat Jateng di lapangan Desa Depok, Kecamatan Toroh, Grobogan, Selasa (30/8) mengatakan, wilayah tersebut adalah Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jabar, dan Jateng. Mendagri yang hadir bersama istri, Ny Susiati Ma'ruf tersebut mengatakan, karena virus polio liar dari Afrika Barat itu telah masuk ke Indonesia, maka perlu dicegah. "Terutama segera dicegah agar jangan sampai meluas sampai di daerah lain selain kelima provinsi tersebut." Karena itu, pemerintah memutuskan segera melakukan imunisasi massal polio untuk semua bayi dan balita melalui PIN 2005 yang akan berlangsung dua tahap, yakni 30 Agustus dan 27 September. "Bangsa Indonesia telah berhasil menaklukkan polio pada masa lalu. Maka harus dapat kita taklukkan lagi pada tahun ini." Pihaknya menjamin vaksin yang disiapkan telah dinyatakan halal oleh pemuka agama Islam di Indonesia dan seluruh dunia. Selain itu telah mendapat pengakuan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Gubernur H Mardiyanto menyatakan, pembangunan bidang kesehatan di Jateng telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Antara lain ditandai meningkatnya usia harapan hidup dari 67,97 menjadi 68,20 tahun, menurunnya angka kematian bayi dari 36,97 menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup, dan menurunnya angka kematian balita dari 44,93 menjadi 41,13 per 1.000 kelahiran hidup. Peran Masyarakat Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif segenap lapisan masyarakat, termasuk andilnya dalam menyukseskan PIN pada 1995, 1996, 1997, dan 2002. Kejadian luar biasa dengan ditemukannya penyakit polio di Indonesia yang berasal dari luar negeri sungguh mengejutkan. "Terlebih lagi dua kabupaten di Jateng, yaitu Demak dan Cilacap telah ditemukan kasus positif virus polio liar." Karena itu, pihaknya menyambut baik prakarsa pemerintah dalam membasmi penyakit dan eradikasi polio di seluruh wilayah Indonesia tersebut. Gubernur menambahkan, untuk mendukung terwujudnya harapan di bidang peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk meminimalisasi kasus gizi buruk, Pemprov menyerahkan bantuan berupa paket pemberian makanan tambahan (PMT) senilai Rp 791,1 juta untuk 2.930 balita di 35 kabupaten/kota. Juga paket usaha tani dan paket makanan bergizi senilai Rp 3,5 miliar untuk 10 kabupaten dan bantuan air bersih sebanyak 13.975 tangki senilai Rp 978,25 juta untuk 31 kabupaten/kota. "Ini bantuan stimulan. Kami berharap ke depan bisa mengalokasikan dalam APBD masing-masing." Kepala Dinas Kesehatan Jateng Dokter Budihardja DTM & H MPH mengatakan, sasaran PIN di provinsi tersebut pada 3.103.478 balita usia 0-59 bulan. Pos PIN yang telah disiapkan mencapai 41.070, termasuk pos khusus di pasar, tempat penitipan anak, TK, terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan laut. Untuk mengimunisasi balita di Jateng, kata dia, telah didistribusikan 388.180 botol vaksin polio. Pihaknya telah melatih 191.393 orang untuk menjadi kader yang siap melaksanakan PIN. Pemberian vaksin oleh kader dengan bantuan supervisor, yaitu para petugas kesehatan. Di Bandung, bagi orang tua yang tidak mau membawa balitanya diimunisasi polio harus meneken surat pernyataan. Sebab, pemerintah tak mau bertanggung jawab atas risiko dari balita yang tidak diimunisasi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Yudhi Prayudha di sela-sela pelaksanaan PIN nasional tingkat Jabar di lapangan PT Bio Farma. Pelaksanaan PIN di kawasan produsen vaksin polio itui diikuti oleh 1.000 balita yang masing-masing mendapat dua tetes vaksin. "Soal keengganan masyarakat, terutama dipicu atas isu-isu negatif soal efek vaksin sehingga membuat khawatir terhadap balitanya," tandas Yudhi Prayudha. (G7,H3,G14,dwi-46v) |