logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Cak Nur Dimakamkan secara Militer

JAKARTA - Raung sirine patroli polisi memecah keheningan saat tepat pukul 09.00, jenazah Nurcholish Madjid (Cak Nur) diantar oleh ribuan pelayat menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman dilakukan secara militer lengkap, Selasa kemarin.

Sebelumnya, di Universitas Paramadina Jakarta dilakukan upacara penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk selanjutnya diantar dengan iring-iringan mobil Garnisun, empat buah bus dan para pelayat menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sepanjang perjalanan menuju pemakaman, ratusan warga Jakarta turut berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Cak Nur, salah seorang tokoh pemikir yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Iring-iringan mobil jenazah mencapai sepanjang setengah kilometer seakan menjadi saksi bisu bagi kepergian sang cendekiawan muslim untuk selama-lamanya.

Suasana mendadak berubah haru saat jenazah diturunkan dari mobil jenazah untuk selanjutnya dibawa ke makam dengan prosesi militer lengkap dengan tembakan salvo ke udara sebanyak tiga kali.

Suasana makin khidmat seusai sangkakala disiapkan. Terdengar raungan terompet yang menyayat mengiringi kepergian Cak Nur ke liang lahat untuk selamanya. Istri almarhum, Ny Omi Komaria, beserta kedua anaknya mencoba untuk tabah dan terus mengikuti prosesi pemakaman hingga usai meski mata sembabnya tidak dapat disembunyikan. Dia memang sedang dirundung duka yang mendalam.

Di antara para pelayat yang hadir tampak AM Fatwa, Putu Wijaya, Emil Salim, Salim Said, Anwar Nasution, Bismar Siregar, Akbar Tandjung, Ali Yafie dan Wiranto. (aih-14v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA