| Rabu, 31 Agustus 2005 | MURIA |
80.000 Anak Balita Ikuti Imunisasi PolioJEPARA - Sudah 80.000 lebih anak balita mendapat tetesan serum polio pada pelakanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2005 di Kabupaten Jepara, Selasa kemarin. "Laporan akhir dari kecamatan-kecamatan belum kami terima semua sore ini. Dari laporan sementara ada yang 90%, ada juga yang 100% dari target. Tadi, kami dapat laporan di Karmunjawa kurang 12 anak. Katanya sedang pergi bersama orang tuanya," ungkap dokter Gunawan WS MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, sore kemarin. Data Dinas Kesehatan menunjukkan, jumlah anak balita yang disiapkan untuk mengikuti PIN adalah 86.698 anak. Dengan demikian, diperkirakan sudah lebih dari 80.000 anak yang telah mengikuti PIN tahap pertama. Pada pelaksanaan kemarin, ada anak yang sudah mendapatkan kartu tidak datang. Sebaliknya, ada anak yang tidak tercatat namun tetap datang. Semuanya tetap dilayani petugas asal belum mendapatkan tetesan serum dengan bukti jarinya belum ada tinta. Terhadap anak balita yang belum ditetes vaksin antipenyakit polio (Poliomyelitis), petugas akan men-sweeping untuk memastikan semua anak balita telah ditetes vaksin. Bila kedapatan ada anak balita yang terlewat belum ditetes maka petugas akan memberikan pelayanan di rumah orang tua tersebut. PIN akan berlangsung dalam dua tahap, pertama pada 30 Agustus kemarin dan kedua pada 27 September mendatang. Pada tiap tahap disediakan vaksin 5.787 vial (tiap satu vial vaksin bisa cukup untuk 15-20 anak balita). Dengan demikian, vaksin yang total 11.574 diperkirakan cukup dan bahkan lebih untuk semua anak balita penerima vaksin di Jepara pada tahun ini. 20 Puskesmas Kegiatan tersebut melibatkan kader PKK di 194 desa/kelurahan di seluruh Jepara dengan 1.016 pos PIN yang tersebar di setiap desa/kelurahan tersebut. Selain itu, pelayanan tetes vaksin antipolio juga dilakukan di 20 puskesmas di seluruh Jepara dengan melibatkan ratusan tenaga kesehatan. Gunawan mengungkapkan, sampai saat ini di Jepara belum ditemukan penderita penyakit polio. Pada tahun ini ditemukan dua penderita lumpuh layu sedangkan tahun lalu tiga penderita. Sejak 1997 hingga 2005, ada 30 kasus lumpuh layu di Jepara. Berdasarkan penelitian dari Laboratorium Biofarma Bandung, penyakit tersebut bukan karena virus polio. "Kami berharap, melalui program ini Jepara bisa bebas dari penderita lumpuh layu dan polio," ujarnya. Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM saat membuka PIN di rumah H Kosim Alwi, Pamotan, Kelurahan Demaan, Jepara mengharapkan, dengan imunisasi massal tidak ada lagi anak balita yang terserang polio. (kar, H15-44j) |