logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 MURIA
Line

Pecahkan Kelangkaan Air dengan Nuklir

REMBANG - Penggunaan teknologi nuklir sekarang ini untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk pengembangan senjata perang yang bisa membunuh makhluk hidup secara massal.

Peneliti Aplikasi Iptek Nuklir Bidang Pangan dan Industri Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Singgih Sutrisno APU mengemukakan hal itu pada acara Diseminasi Informasi Iptek Nuklir dan Pemanfaatan Hasil Litbang Batan untuk Kesejahteraan Masyarakat di aula Setda Rembang, kemarin.

Menurut pendapat Singgih, masalah dalam pembangunan nasional terutama di bidang pangan masih cukup banyak yang harus segera dipecahkan. Masalah-masalah itu antara lain peningkatan kebutuhan pangan, pemilikan lahan semakin sempit, pemanfaatan iptek sangat kurang, produksi ternak rendah, belum ada pemanfaatan limbah pertanian/ peternakan/industri, dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung.

Dia juga menjelaskan tentang aplikasi teknologi isotop dan radiasi. Misalnya untuk bidang pangan, meliputi pertanian, peternakan dan perikanan, serta pascapanen. Teknologi tersebut bisa untuk menciptakan varietas unggul tanaman pangan dan hortikultura serta industri. Selain itu juga bisa untuk pembuatan pupuk hayati, dosis pemupukan, pengendalian hama terpadu, dan teknik pemandulan serangga.

Kepala Bidang Sistem Energi Pusat Pengembangan Energi Nuklir Batan Dr Sudi Ariyanto mengemukakan, nuklir memiliki energi luar biasa.

Bupati H Moch Nur Salim berharap, agar teknologi nuklir bisa diterapkan di daerahnya. Misalnya untuk mengatasi kelangkaan air baik untuk keperluan pertanian maupun air bersih. (jl-54j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA