| Rabu, 31 Agustus 2005 | MURIA |
Dua Hari Titip Jerigen, Belum Dapat Minyak
BLORA- Kelangkaan minyak tanah sejak beberapa hari terakhir, kembali terjadi di Blora. Diduga kelangkaan itu terjadi karena pasokan tidak lancar, padahal permintaan minyak setiap hari terus meningkat. Akibatnya, di beberapa pangkalan minyak terjadi penumpukan jumlah pembeli. Bahkan untuk mendapatkan minyak tanah, pembeli harus rela antre atau menitipkan jerigen di pangkalan. "Sudah dua hari ini saya titip jerigen di tempat ini. Namun, baru hari ini saya mendapatkan minyak tanah," ujar Wigati (35), salah seorang pengecer kepada Suara Merdeka, yang menemuinya di salah satu pangkalan minyak tanah di Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora, kemarin. Warga Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan itu menyatakan sejak seminggu terakhir, stok minyak tanah di beberapa pangkalan sangat terbatas. Bahkan, menurutnya, ada beberapa pangkalan menutup toko karena pasokan minyak tanah belum datang. "Saya tadi dari Ngawen. Minyak tanah di sana habis. Karena itu, saya ke sini," ujarnya. Hasil pantauan Suara Merdeka, di beberapa agen minyak tanah terlihat antrean pembeli cukup panjang. Mereka takut tidak mendapatkan minyak tanah. Beberapa warga mengaku harus menitipkan jerigen di beberapa agen. "Kalau tidak begini, susah mendapatkan minyak tanah. Kami terpaksa harus pesan terlebih dulu," ujar Sutomo, salah seorang pembeli di pangkalan di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora. Habis Sementara itu, Supriyanto, pemilik pangkalan minyak di Kelurahan Mlangsen menyatakan sejak beberapa hari terakhir, pangkalan miliknya kehabisan stok. Padahal, jumlah pembeli setiap hari cukup banyak. Dia pun menuliskan pengumuman dalam secarik kertas karton bahwa minyak tanah di tempatnya habis. Namun oleh pembeli, pengumuman tersebut disikapi dengan menitipkan jerigen. Hal itu bertujuan agar mendapat prioritas jika sewaktu-waktu pasokan minyak tanah datang. (aiz,ud-44s) |