logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 SEMARANG
Line

120.343 Anak Balita Diimunisasi Polio

SEMARANG - Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sinto Adiprasetyorini mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2005 di SD Pancakarya Jalan Brantas Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Selasa (30/8). Pencanangan itu ditandai dengan pemberian imunisasi polio dalam bentuk tetes secara simbolik kepada Muhammad Rafli Agusta Buana (1) oleh Wali Kota. Selanjutnya Sinto menorehkan gentien violet (obat sariawan berwarna ungu-Red) pada tangan Rafli sebagai tanda telah menerima imunisasi.

Pelaksanaan program nasional itu selaras dengan gagasan merevitalisasi posyandu yang termasuk dalam Program 100 Hari Sukawi Sutarip-Mahfudz Ali.

Sukawi menyambut gembira respons masyarakat yang sangat bagus terhadap program nasional tersebut. Pada kesempatan itu, dia mengimbau para orang tua yang memiliki anak balita segera membawa anaknya yang berumur 0-5 tahun ke pos PIN terdekat terutama yang ada di posyandu.

"Karena pemberian imunisasi ini, meskipun hanya dua tetes sangat berarti bagi anak balita.''

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang sekaligus Ketua Umum Panitia PIN Kota Semarang 2005 Ir Tata Pradana MT mengemukakan, PIN merupakan salah satu kegiatan akselerasi dalam pembasmian polio. Setiap anak balita termasuk bayi baru lahir yang bertempat tinggal di Indonesia harus diimunisasi tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Bersamaan dengan itu dilakukan imunisasi polio di seluruh posyandu di berbagai kelurahan. Pemberian secara serentak terhadap semua sasaran akan mempercepat pemutusan siklus kehidupan virus polio.

Begitu pula pada rumah-rumah sakit di Kota Semarang. Pengamatan Suara Merdeka, aktivitas itu digelar dari pagi hingga pukul 13.00.

RS St Elisabeth misalnya, sejak pagi membuka layanan imunisasi polio. Pelaksanaan imunisasi itu dipusatkan di depan Poli Spesialis dan ditangani langsung oleh dokter dan suster rumah sakit.

Untuk pelaksanaan PIN, rumah sakit itu memperoleh vaksin 5 fial (botol kecil) yang masing-masing bisa untuk 18 tetes. Penetesan pertama dilakukan oleh Direktur RS St Elisabeth dokter Benedictus Sugiyanto MPH&TN. Selain itu, penetesan juga dilakukan pada ruang-ruang inap untuk bayi, yaitu Ruang Anna dan Ruang Theresia.

''Imunisasi polio itu diberikan pada setiap anak balita maksimal berusia 59 bulan di luar imunisasi dasar. Artinya bersamaan dengan PIN, imunisasi dasar tetap diberikan kepada bayi,'' ungkap dokter Wati Windayani.

Tata Pradana menyebutkan, di Semarang terdapat 120.343 anak balita yang menjadi sasaran imunisasi. Pemberian imunisasi terhadap mereka akan dilakukan dua kali, masing-masing dua tetes dengan selang waktu sebulan. Hal ini dimaksudkan untuk memutuskan rantai penularan polio.

Untuk melayani mereka, dibuka 1.502 pos PIN umum dan 34 pos PIN khusus. Pos PIN khusus terdapat di pos perbatasan, terminal, pelabuhan laut, stasiun, TK atau playgroup, rumah sakit, dan pasar. Jumlah tenaga penetes 7.645 orang yang merupakan kader-kader yang berasal dari PKK, Pramuka, dan Karang Taruna. (lin,H9-60j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA