| Rabu, 31 Agustus 2005 | SEMARANG |
Pura-pura Membeli, Sikat UangSEMARANG TENGAH - Nasib malang dialami Neli Herman (36), warga Karonsih Baru 86 Ngaliyan. Tas berisi uang tunai senilai Rp 3 juta, ponsel, dua cincin emas, dua kartu ATM, dan dua STNK yang tergantung di dinding warungnya di Jl Kokrosono raib disikat maling, Selasa (30/8). Neli menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00. Tiba-tiba datang seorang laki-laki berperawakan tinggi besar berkulit hitam dan berambut cepak bersama pria remaja mengendarai motor. Awalnya, mereka berperilaku layaknya pembeli dengan memesan es teh manis dalam bungkus plastik. Para pelaku itu, kata dia, dilayani kakaknya, Rosana (40). Saat itu dirinya tengah mengambil air ke rumah tetangga yang lokasinya tak terlalu jauh, tepat di depan warungnya. ''Ketika kakak membuatkan es teh, seorang pelaku berperawakan kecil menyerobot tas milik saya yang tergantung di dinding warung. Ketika saya hendak masuk warung diadang seorang pelaku bertubuh besar dan hitam,'' katanya dengan gugup. Kabur Pakai Motor Setelah keluar dari warung, lanjut Neli, para pelaku kabur menggunakan kendaraan roda dua. Mereka langsung tancap gas sambil membawa tas milik Neli ke arah Pasar Surtikanti. ''Kami tidak sempat mengingat nomor polisi motor pelaku karena sangat kalut. Padahal uang yang hilang itu akan saya pakai untuk membayar sekolah anak saya. Besok (hari ini-Red) sudah harus dibayarkan,'' tutur wanita itu. Matanya tampak berkaca-kaca dan nada bicaranya terdengar berat. Ketika peristiwa itu terjadi, dia baru sadar bahwa seorang pelaku yang berperawakan tinggi besar dan berkulit hitam itu sempat jajan di warungnya, pukul 10.00. Dia menduga penjahat itu mengetahui saat dirinya menyimpan uang yang baru saja diambilnya dari bank ke dalam tas. (G5-60n) |