logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Pasar Banjardowo Tak Matikan Pasar Genuk

SEMARANG - Pengoperasian Pasar Banjardowo diharapkan tak mematikan aktivitas Pasar Genuk. Sebab, kedua pasar itu memiliki sasaran pembeli yang berbeda.

Pasar Genuk melayani sisi timur Kecamatan Genuk, sedangkan Pasar Banjardowo ditargetkan untuk wilayah selatan kecamatan itu. Sebaliknya, keberadaan Pasar Banjardowo diharapkan bisa menjadi titik tolak pembenahan pasar di Kota Semarang.

Hal itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang AY Sujiyanto, saat dimintai pendapatnya tentang pengoperasian Pasar Banjardowo.

Sesuai dengan rencana, Minggu (28/8) lalu, Pasar Banjardowo sudah memasuki praoperasional. Rencananya, pasar itu akan diresmikan Desember mendatang.

''Sejak awal, Pasar Banjardowo tidak dimaksudkan sebagai substitusi Pasar Genuk. Kalau Pasar Banjardowo dioperasikan, insya Allah, Pasar Genuk juga masih berjalan,'' papar Sujiyanto, Selasa (30/8).

Dia menambahkan, pasar tradisional diharapkan tidak lagi identik dengan kekumuhan. Pembangunan Pasar Banjardowo dengan konsep bangunan modern, diharapkan bisa memunculkan kesan pasar yang bersih dan tertata.

Kendati demikian, bukan berarti keberadaan pasar itu akan meninggalkan konsep semula, yakni untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

''Dasar filosofinya, pembangunan pasar itu untuk kemakmuran masyarakat. Selain itu, walaupun bangunannya modern, Pasar Banjardowo juga harus tetap dikelola laiknya pasar tradisional. Artinya, pembeli dan penjual bertemu muka dan bertransaksi secara langsung,'' imbuhnya.

Secara terpisah, Manajer Marketing PT Pratama Sarana Mandiri Iskandar Zulkarnain, Kamis (18/8) mengatakan bahwa di pasar tersebut terdapat 240 kios dan 275 petak los.

Dari jumlah itu, sekitar 50% sudah terjual dan ditargetkan pada bulan April 2006 sudah terjual seluruhnya.

Harga setiap los di pasar itu adalah Rp 8.500.000, sementara toko Rp 41.250.000. Direncanakan, mulai 12 September nanti, harga tersebut akan mengalami kenaikan sekitar 10%. Dia mengaku optimistis bahwa target penjualan bisa dipenuhi tepat waktu.

Yuni mengatakan, pasar tersebut juga dilengkapi area bongkar muat seluas lebih kurang 110 meter persegi dan sub terminal sekitar 126 meter persegi.

Angkutan umum yang akan masuk ke tempat itu adalah jurusan Kudu-Pamongan (Kab Demak), Johar-Genuk, dan Genuk-Penggaron. Selama ini, angkutan dengan trayek-trayek tersebut tidak punya terminal. ''Selain itu juga akan ada jalan tembus sepanjang lebih kurang 600 meter,'' urai dia.

Kepala Dinas Pasar Tommy Yarmawan Said mengatakan, operasionalisasi Pasar Banjardowo bukan untuk mematikan pasar lain di sekitarnya. Saat ini memang sudah ada Pasar Genuk yang berada sekitar satu km sebelah barat Pasar Banjardowo.

Menurutnya, Pasar Banjardowo akan cepat berkembang. Bahkan bukan tidak mungkin, pasar baru tersebut akan mampu bersaing dengan Pasar Genuk. Karena itulah dia mengimbau agar para pedagang di Pasar Genuk itu mau pindah ke Pasar Banjardowo. (H9,H5,G6-60d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA