| Rabu, 31 Agustus 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiTransaksi Dolar di Bank CIC Solo TurunSOLO-Seiring terus meningkatnya nilai dolar AS terhadap mata uang rupiah, omzet transaksi jual beli dolar di Bank CIC Cabang Solo mengalami penurunan. Menurut Dealer Valas Probo Kuncoro, dalam kondisi stabil, omzet transaksi dolar di bank ini rata-rata mencapai 1.000.000 dolar AS per bulan. Pada bulan ini, dia memperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 200.000 dolar, sehingga menjadi 800.000 dolar AS. ''Orang yang membeli dolar saat ini benar-benar membutuhkan untuk membayar kewajiban yang tidak bisa ditunda,'' kata dia kemarin. Dibandingkan transaksi jual, kata dia, saat ini yang membeli dolar justru lebih banyak. Mereka berspekulasi, dolar AS akan terus mengalami kenaikan terhadap nilai mata uang rupiah. Sementara itu, orang yang dalam posisi memegang dolar, juga cenderung menahan. Mereka menunggu kemungkinan nilai dolar terhadap rupiah akan terus naik. Menurut dia, bagi pelaku bisnis valas, kondisi yang tidak stabil justru kurang menguntungkan. Buktinya transaksi jual beli malah menurun. Dalam kondisi stabil, kenaikan dan penurunan itu pada kisaran yang rapat. Pergerakannya pun perlahan tidak cepat seperti beberapa minggu terakhir. Sedangkan soal kursnya tidak menjadi soal. ''Misalnya kami beli satu dolar AS Rp 10.000 dan dijual kembali Rp 10.050, ini normal. Kalau selisih kursnya di atas Rp 50 dan pergerakannya cepat, itu sudah tidak normal,''kata dia. (bt-33) Pendapatan Indosat Rp 786,3 Miliar JAKARTA-PT Indosat membukukan laba usaha untuk periode yang berakhir 30 Juni 2005 sebesar Rp 1.916,4 miliar. Sedangkan pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 786,3 miliar. Laba bersih mengalami penurunan 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebagai akibat adanya penyajian kembali angka-angka semester pertama 2004 dengan menerapkan lebih dini SAK 24 (Revisi 2004) dan SAK 38 (Revisi 2004). Demikian dikatakan Hasun Suhaimi, Dirut PT Indosat dan Forum Investor, sekaligus Publik Ekspos di Ruang 001 Lantai IV Gedung Indosat kemarin. Disebutkan, untuk periode yang berakhir 30 Juni 2005 itu, jasa seluler, jasa telekomunikasi tetap, dan jasa Multimedia, Komunikasi Data dan Internet (MIDI) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 74,9%,11,2% dan 13,9% terhadap pendapatan usaha perusahaan. Selama semester pertama 2005, basis pelanggan seluler Indosat sebesar 12,9 juta pelanggan atau tumbuh 75,1% dan pertumbuhan pendapatan seluler sebesar 30,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. ''Pendapatan bisnis SLI sendiri mengalami penurunan sejalan dengan kompetisi yang meningkat serta beragam produk yang lebih kompetitif,'' kata Hasnul. Pada triwulan kedua 2005, Indosat sukses menyelenggarakan program pendanaan. (bn-33) |