| Rabu, 31 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Tak Diimunisasi Ancam Anak LainPURBALINGGA- Bupati Triyono Budi Sasongko meminta semua anak di bawah lima tahun (balita) diimunisasi polio. "Sebab, satu anak saja tak diimunisasi akan mengancam anak lain,'' katanya, saat secara simbolis mencanangkan imunisasi polio tingkat kabupaten di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, kemarin. Dia mengemukakan kesuksesan pekan imunisasi tak hanya ditentukan oleh hasil putaran pertama 30 Agustus, tetapi juga putaran kedua 27 September. Karena itu dia meminta warga masyarakat kembali ke pos imunisasi pada 27 September. Imunisasi polio itu gratis dengan tujuan anak usia antara nol dan lima tahun terhindar dari virus polio yang menyebabkan kelumpuhan permanen. Virus polio menyebar melalui makanan, minuman, dan tinja penderita. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial dokter Dyah Retnani Basuki menyatakan sasaran imunisasi di Purbalingga 69.051 anak. Mereka dilayani di 1.077 pos yang tersebar di seluruh pelosok, termasuk di terminal, pasar, dan rumah sakit. ''Pos di setiap desa tidak sama, tergantung pada jumlah balita dan luas wilayah. Terkadang untuk beberapa dusun hanya ada satu pos karena balitanya sedikit. Namun di satu dusun ada pula lebih dari satu pos karena anak-anak sangat banyak. Jika rumah balita jauh dari pos dan bermedan sulit, petugas datang ke rumah itu,'' katanya. Di Perumahan Griya Perwira Asri, imunisasi usai setengah jam sejak dibuka pukul 07.00. Petugas imunisasi, Ny Anton dan Ny Ahmad, dibantu beberapa ibu lain lebih cepat menyelesaikan tugas karena di perumahan itu tak banyak anak. Di Banjarnegara Adapun di Banjarnegara sedikitnya 76.646 anak diimunisasi, kemarin. Pencanangan dipusatkan di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa. Hadir Bupati Djasri, Wakil Bupati Hadi Supeno, Ketua Tim Penggerak PKK, dan segenap Muspida. ''Pekan imunisasi tahap pertama kami sediakan 989 pos yang tersebar di semua desa,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Masrifan Djamil. Dia menyatakan penyediaan pos disesuaikan dengan kondisi geografis setiap daerah. Dengan prinsip, memudahkan warga masyarakat di daerah sulit transportasi untuk mengikuti imunisasi. Kali ini, ujar dia, khusus imunisasi polio untuk membebaskan masyarakat dari penyakit yang mengganas di beberapa provinsi itu, beberapa waktu lalu. Meski, di Banjarnegara tak ada kasus polio. ''Tahun ini ada empat kasus kelumpuhan, tetapi setelah diperiksa di laboratorium hasilnya negatif polio. Penyebab kelumpuhan itu lain, seperti infeksi yang menyerang susunan saraf.'' Untuk memastikan semua anak terlayani, Dinas Kesehatan membentuk tim penyapu. Tim itu bertugas memeriksa anak di bawah lima tahun dalam daftar tetapi tidak datang. Tim bekerja sama dengan kader posyandu di desa untuk mengecek ke setiap rumah yang mempunyai anak. (F10,mos-53) |