| Rabu, 31 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Petani Barlingmascakeb Kalah BersaingPURWOKERTO - Akibat permintaan belum bisa dipenuhi secara kontinu, petani dari wilayah Barlingmascakeb kalah bersaing dengan petani daerah lain dalam memenuhi kebutuhan pasar di Jakarta dan kota besar lainnya. Regional Manager Barlingmascakeb Ade Paul Lukas, Minggu (28/8) mengatakan, sebenarnya permintaan produk agrobisnis seperti jagung, minyak nilam, beras, kentang dan lainnya ke daerah cukup banyak. Produk yang diminta itu sebenarnya juga ditanam para petani di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap serta Kebumen. ''Perusahaan dari Jakarta meminta komoditas pertanian untuk satu kali kontrak dalam jumlah yang banyak dan rutin. Kendalanya adalah petani di wilayah tersebut belum bisa memenuhi kuantitas dan kontinuitas permintaan itu,'' jelasnya. Dari sisi kualitas, produk sejumlah komoditas agrobisnis di wilayah Barlingmascakeb tak kalah dari daerah lain. Persoalannya adalah tinggal bagaimana meningkatkan kuantitas agar bisa memenuhi kontinuitasnya. Dia mencontohkan, dalam temu usaha pada pekan lalu ada permintaan jagung pipil 10.000 ton/ bulan. Kemudian, minyak nilam satu ton/bulan, singkong basah, ikan ekor kuning, lobster (udang raksasa), beras dan lain-lain. Sementara itu, agar kontrak yang telah ditandatangani dengan pihak pembeli tak terjadi ingkar janji secara sepihak, manajemen Barlingmascakeb juga mengirim stafnya ke Jakarta guna melakuan pendekatan dengan asosiasi usaha yang ada di sana. ''Staf di Jakarta melakukan pendekatan sekaligus mencari pembeli,'' ujarnya. (G23-36d) |