logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Agustus 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Terima Kasih Sharp

Saya penggemar produk dari Sharp terutama produk untuk keperluan rumah tangga di antaranya kulkas, TV dan lainnya. Saya membeli kulkas tahun 2003 dengan kode SJ 43 A2, tetapi 2 bulan terakhir ini tidak berfungsi (banyak bunga es). Saya memanggil teknisi dan setelah diperiksa perlu diganti beberapa onderdilnya.

Tetapi kulkas tidak dapat dipergunakan semestinya. Oleh teman, saya dihubungkan PT Sharp Yasonta Antarnusa dan kulkas diservis 1 minggu. Selama perbaikan saya dipinjami kulkas kecil. Setelah kulkas normal kembali, bahkan harga onderdilnya lebih murah dibanding saat diperbaiki jasa panggilan tersebut.

Saya ucapkan terima kasih kepada PT SharpYasonta Antarnusa dan para teknisinya yang ramah dan sopan termasuk PT Sharp pusat Jakarta ( lbu Lia ) yang selalu memantau.

Arif Basuki

Jl Subali Raya 281 Semarang

***

Duh Lelaki....

Ibu bilang kaulah pelindung wanita

Bapak berujar kaulah penyayang wanita

Kau sendiri lantang berucap akulah pelembut hati wanita

Tapi kenapa kau terus sesaki dunia kami dengan racun

Yang tak henti mencederai kami, para ibumu, istrimu, anakmu, sobatmu, kerabatmu, handai tolanmu

Tak sadarkah kau....

Bergulung-gulung hembus asapmu merambat bersama angin ke segenap arah

Membunuh kenyamanan kami

Memberangus udara kami yang tak lagi bersih

Menyesaki paru kami yang makin letih

Duhai lelaki....

Sudikah kau berhenti menghamburkan racunmu

Di rumah, di halte, di bus, di taman, di trotoar, di warung

Sudikah kau nikmati saja asap itu saat sendirimu

Atau, sesekali cobalah kau hisap terbalik rokokmu

Kan kau rasa pedih nian racunmu itu

Indra Ari

Bakalrejo Rt 5/Rw 1 Guntur, Demak

***

Pupus Harapan

Negara kita merupakan negara kapitalis. Buktinya biaya pendidikan makin hari makin mahal. Tiap tahun selalu naik padahal fasilitas yang disediakan tidak ada peningkatan. Para orang tua pun menjadi pusing. Makan setiap hari saja susah apalagi untuk bayar SPP. Inilah akibat sistem kapitalis yang berkepanjangan.

Ada satu hal yang lebih menghebohkan lagi, yakni hasil pertemuan negara-negara Asia-Eropa (ASEM) di Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu. Dinyatakan bahwa pemerintahan negara-negara tersebut mengakomodasikan masuknya materi dialog antaragama dalam kurikulum pendidikan mulai tingkat SMP.

Sungguh ini akan membuat negara kita makin hancur. Harusnya pemerintah sadar, tugas yang dipikul sangat berat yaitu memelihara urusan umat, bukan untuk foya-foya menikmati jabatannya.

Pemerintah harus benar-benar menjaga aqidah rakyatnya agar tetap lurus di jalan yang benar. Pupus sudah harapan pada pemerintah kalau sistem yang dijalankan tetap seperti ini. Rakyat makin menderita. Yang kaya makin makmur, yang miskin makin sengsara.

Sri Puji Hartati

Karangwotan Rt 7/Rw 2 Pucakwangi, Pati

***

Pencurian di Hotel

Saya check in di Hotel Novotel Semarang 15 Juli 2005 siang, karena perusahaan saya akan mengadakan pameran esok harinya di hotel ini. Malamnya saya bertemu dengan relasi perusahaan dan kembali ke kamar pukul 21.41 (ada di laporan kunci masuk).

Tanggal 16 malam saya berangkat ke Solo karena juga akan mengadakan pameran esok harinya. Saya kembali ke Jakarta 18 Juli dan malamnya baru menyadari kartu kredit Master HSBC (Hong Kong Bank) saya sudah tidak ada di dompet.

Langsung saya hubungi bank tapi ternyata kartu tersebut telah dipakai tanggal 17 dan 18 Juli sebanyak 6 kali transaksi yang semuanya di Semarang. Kartu kredit tersebut jarang dipakai, karena saya punya 2 kartu kredit lain yang ada foto di kartunya. Pintarnya pencuri ini hanya mengambil kartu yang tidak ada fotonya.

Esok harinya saya telepon hotel tersebut dan berbicara dengan Bp Sistho Aryo selaku marketing executive yang menangani acara kami. Saya minta hotel mengecek isi CCTV pada tanggal 15 (siang) s.d 16 Juli (malam). Tapi menurut mereka tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di video tersebut.

Saya yakin kartu kredit dicuri di hotel ini. Saya mendapatkan laporan program penggunaan kunci untuk kamar saya. Di laporan tersebut, pukul 20.13 tanggal 15 Juli saat saya di luar hotel, kamar saya dibuka. Tapi pihak hotel menyangkal ada orang lain masuk.

Dari salah satu toko tempat pencuri memakai kartu saya, mereka mencatat data bahwa pencurinya menunjukkan KTP atas nama saya tapi beralamatkan di Jepara. Ini jelas bukan pencuri sembarangan tapi merupakan komplotan.

Setelah tahu laporan tersebut, general manager hotel menyarankan saya datang ke Semarang dan melaporkan kepada polisi, yang seharusnya menjadi tugas mereka untuk menyelesaikan masalah ini. Sampai kini pihak hotel masih menyangkal dan tidak ada kelanjutan kasus tersebut.

Midli Christin

PT Brady Property, Jakarta

***

Nasionalisme

Dalam kamus popular karangan Habey B Nasionalisme artinya;

- Paham kebangsaan yaitu yang mengikat perasaan cinta dari penduduk suatu negeri menjadi suatu bangsa dengan ikatan tidak longgar dan tidak Iekang untuk mendapatkan kedudukan yang wajar dalam pergaulan sejagad.

- Haluan bertujuan mendirikan atau memperkuat rasa kebangsaan (nationaal bewustzijn = kesadaran nasional).

- Semangat persatuan berdasarkan natie.

Nasionalisme sering dikemukakan jadi isu populer.Terkini saat Christ John, juara kelas Bulu WBA berlatih dan pertahankan gelar di Australia. Padahal dia tetap bertanding atas nama bangsa dan negara yang dicintainya yaitu Indonesia. Pada kamus, Christ John telah praktikkan poin 1 (untuk mendapatkan kedudukan yang wajar dalam pergaulan sejagad).

Karenanya definisi tersebut perlu disosialisasi. Saatnya memahami dengan jernih istilah ini sehingga tidak terjebak kelatahan. Kalau hanya karena berlatih dan bertanding di Australia dimasalahkan nasionalismenya, dalam pikiran awam saya, orang nasionalis itu seperti apa ?

Pihak yang permasalahkan perlu instropeksi apakah telah berbuat sesuai definisi. Kenapa tidak ada yang protes nasionalisme mereka yang terlibat kerusuhan Mei, tragedi Trisakti, Semanggi I dan II dan kejahatan HAM ? Kenapa tidak ada yang pertanyakan nasionalisme para koruptor, konglomerat hitam bebas lepas berkeliaran.

Patriotkah kreator sistem pendidikan yang mahal, amburadul dan abaikan kesejahteraan guru. Saatnya mawas diri dan berprestasi harus dapat priotitas dibanding orasi. Yang pasti banyak WNI yang berprestasi bukan atas fasilitas, lobi maupun koneksi,

Namun melalui cerdas, jujur, kreatif dan semangat pantang menyerah. Singkat cerita Christ John telah harumkan Indonesia. Apalagi menang, ibarat kalah pun nasionalismenya tidak bisa dibantah maupun diperdebatkan lagi. OK?

Purnomo Iman Santoso

Villa Aster II Blok G/10 Srondol, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA